21 Politeknik Bersaing di Lomba KMIPN

Pekanbaru | Kamis, 12 September 2019 - 11:35 WIB

21 Politeknik Bersaing di Lomba KMIPN
Direktur PCR Dr Dadang Syarif menyerahkan piala bergilir KMIPN kepada Asisten III Setdako Pekanbaru Baharuddin (kanan) di gedung PCR, Rabu (11/9/2019). (HUMAS PCR FOR RIAU POS)

PEKANBARU ( RIAU POS. CO) -- Politik Caltex Riau (PCR) optimis bisa menang dalam ajang lomba Kompetisi Mahasiswa Bidang Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) ke-2 digelar pada 11-12 September 2019. Sebanyak 21 Politeknik se-Indonesia memboyong 250-an mahasiswa untuk hadir di acara KMIPN 2019 di PCR.

Acara yang berlangsung selama dua hari 11-12 September 2019 itu dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus yang diwakili Asisten III Pemko Pekanbaru Baharuddin.

Direktur PCR Dadang Syarif menjelaskan, ini salah satu penghargaan karena satu-satunya Politeknik swasta di Sumatera yang ditunjuk menjadi tuan rumah. Walau belum jadi juara umum, Riau punya potensi bidang KMIPN.

"Di tengah kesibukan menjadi tuan rumah, PCR juga telah mempersiapkan tim, sehingga kami ikut dalam semua kategori," ujar Dadang.

Selain itu,KMIPN adalah ajang untuk mengukur diri dalam meningkatkan kepercayaan diri. Keuntungan selanjutnya lomba ini juga ingin menjalankan program pemerintah Pekanbaru mewujudkan kota pintar atau smart city. "Andalan PCR dalam lomba yakni animasi dan ciber security, kami optimistis mampu meraih juara," imbuhnya.

Asisten III Pemko Pekanbaru Baharuddin mengapresiasi kegiatan KMIPN ini.  Disebutkannya, mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang turut memajukan ekonomi. "Kompetisi ini tentunya menjadi acuan, peningkatan kemampuan dan kapasitas diri," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha dan Investasi Badan Riau Kreatif Network (BRKN) MS Ramansyah mengakui, hal ini luar biasa dengan adanya PCR, maka inovasi-inovasi di bidang industri kraf bisa dikembangkan, artinya Riau menyimpan potensi.

"Tinggal lagi membangun koordinasi dan kolaborasi antara sesama bidang dan stakeholder terkait, agar industri kraf bisa muncul ke permukaan dan memiliki nilai jual," jelasnya.

Perlu diketahui 8 kategori lomba yang dipertandingkan di KMIPN adalah, animasi hackathon, cipta inovasi di bidang TIK, keamanan jaringan, pengembangan aplikasi, permainan, internet of things smart, innovation challenge, e-government, dan perancangan bisnis TIK.(kom)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU