Kabut Asap Ganggu Jalur Pelayaran

Nasional | Kamis, 12 September 2019 - 11:02 WIB

Kabut Asap Ganggu Jalur Pelayaran
ILUSTRASI: Kondisi jalur pelayaran di Selat Bengkalis jarak pandang hanya 400 meter akibat kabut asap tebal, Kamis (12/9/2019). (ERWAN SANI/RIAUPOS.CO)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kabut asap tebal menyelimuti kabupaten/kota di Riau membuat jalur pelayaran di Sungai Siak, Selat Bengkalis, Selat Lalang dan Selat Melaka terganggu. 

Agar tidak terjadi kecelakaan pelayaran pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Buton melakukan berbagai upaya terutama himbauan kepada kapten kapal. 

"Kita sudah melakukan imbauan melalui radio navigasi. Agar kapten kapal selalu waspada dengan tebalnya kabut asap di wilayah kerja kita," kata  Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Buton, Kamis (12/9).

Selain melalui radio navigasi imbauan tetap berhati-hati dalam mengarungi selat dan sungai juga melalui radio pantai. 

"Imbauan ini disampaikan setiap hari melalui petugas radio pantai wilayah kerja kita," jelas Zainuddin saat ikut dalam kegiatan Bersih Pantai dan Laut di Pelabuhan Roll On Roll Out Sungai Selari, Bukitbatu. 

Kondisi asap tidak seperti biasanya, kata Zainuddin, terutama siang hingga ke malam haru. Ketebalan partikel asap membuat jarak pandang sangat terbatas. Walaupun saat sekarang masih di atas 500 meter tetapi sudah sangat mengganggu jalur pelayaran.
 
Zainuddin juga mengimbau agar kapal pompong nelayan di Selat Lalang, Selat Bengkalis dan Selat Melaka dalam melaksanakan aktivitas tetap berhati-hati. Kalau bisa tetap menghidupkan lampu penerangan di siang hari. "Semoga kabut asap ini tak menimbulkan hal-hal tidak kita ingini. Doakan tetap aman dan lancar saja," harap Zainuddin.


Laporan: Erwan Sani/Bengkalis


Editor: Edwir





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook