BAPAK DEMOKRASI INDONESIA

Selamat Jalan, Bacharuddin Jusuf Habibie

Nasional | Kamis, 12 September 2019 - 09:38 WIB

Selamat Jalan, Bacharuddin Jusuf Habibie
ILUSTRASI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bacharuddin Jusuf Habibie lebih dari seorang presiden. Dia negarawan, bapak teknologi Indonesia, dan ilmuwan kelas dunia. Juga pria penuh kasih yang terus merawat cinta sucinya hingga napas terakhir terembus.

Ibu pertiwi berduka. Salah seorang putra terbaik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, wafat kemarin (11/9). Presiden ke-3 RI itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 83 tahun.

Seluruh keluarga menemani saat-saat terakhir Habibie sebelum berpulang. Anak, cucu, hingga adik-adiknya berkumpul di rumah sakit. ”Komplet. Cucunya yang laki-laki juga sudah datang dari Amerika tadi pagi (kemarin, Red). Sepertinya menunggu itu, ya,” ungkap Sri Soedarsono, adik Habibie, saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto. Habibie meninggal tidak lama setelah azan Magrib berkumandang.

Mr Crack –julukan Habibie– dirawat sejak 1 September di RSPAD Gatot Soebroto. Segala upaya medis dilakukan untuk memulihkan kembali kondisinya. Namun, takdir berkata lain. Jantung Habibie yang melemah akhirnya menyerah.

Thareq Kemal Habibie, putra bungsu Habibie, menuturkan bahwa tim dokter kepresidenan sudah memberikan yang terbaik. Namun, karena faktor usia dan penyakit jantung yang diderita, sang ayah tidak bisa ditolong. Organ-organ tubuhnya pun turut melemah. ”Maka, tadi jam 18.05 WIB, jantungnya dengan sendiri menyerah,” ungkapnya.

Sri Soedarsono mengatakan, komunikasi terakhir dengan Habibie dilakukan Sabtu pekan lalu. Tak ada pesan khusus. Obrolan mengalir seperti biasa. Hanya ada nasihat-nasihat ringan.

Di mata Sri, Habibie bukan sekadar kakak biasa. Dia adalah sang pendorong dan penyemangat hidup untuk adik-adiknya. ”Perhatian pada adik-adiknya sangat besar,” ungkapnya.


Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap Habibie. Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah mengeluarkan surat edaran kepada kementerian, lembaga, dan jajaran pemerintahan daerah untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari. ”Kami tetapkan berkabung nasional selama tiga hari sampai 14 September,” jelasnya.

Pratikno menambahkan, pemerintah menyiapkan keperluan teknis terkait pemakaman Habibie. Rencananya, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, itu dimakamkan di slot 120-121 Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. ”Di samping (makam, Red) Ainun Habibie (istri Habibie),” ujarnya.

Sebelum dibawa ke rumah duka tadi malam, jenazah Habibie dimandikan di RSPAD Gatot Soebroto sekitar pukul 19.00. Setelah itu jenazah disemayamkan di Ruang Melati, Rumah Jenazah RSPAD, untuk kemudian disalati. Sekitar pukul 20.00, jenazah Habibie dipindahkan ke mobil jenazah dan diantar ke rumah duka di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.


Di Mata Para Tokoh
Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung datang ke RSPAD Gatot Soebroto kemarin petang. Bertemu keluarga dan mendoakan almarhum. Jokowi mengenang Habibie sebagai sosok yang luar biasa. Bukan hanya sebagai presiden RI, tetapi juga seorang ilmuwan kelas dunia dan Bapak Teknologi Indonesia.

Di usianya yang tidak muda, kata Jokowi, kepedulian Habibie kepada bangsa dan negara tidak pernah luntur. Setiap ada persoalan bangsa, Habibie selalu melakukan komunikasi dengannya dan memberikan solusi. ”Beliau adalah negarawan yang patut dijadikan contoh dan suri teladan dalam kehidupan,” tuturnya.

Reza Rahadian, aktor yang memerankan sosok Habibie dalam film Habibie & Ainun, datang melayat di rumah duka sebelum jenazah tiba. Geraknya terburu-buru. Matanya berkaca-kaca. Reza tak bisa membendung tangisnya ketika awak media menanyakan kenangannya tentang sosok pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu. ”Selamat jalan, Pak Habibie. Semoga lekas bertemu Bu Ainun di surga,” tuturnya.

Tampak pula wakil presiden terpilih KH Ma’ruf Amin. Setiba di rumah duka, dia langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan melaksanakan salat jenazah. Dia berharap keluarga diberi ketabahan.

Ma’ruf mengatakan, Habibie telah memberikan investasi kemanusiaan yang tinggi bagi Indonesia. Kiprahnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengirim generasi muda Indonesia ke luar negeri di masa lampau memberikan banyak manfaat bagi bangsa. ”Banyak yang kembali ke Indonesia untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Habibie Muda. (Habibie Center for Jawa Pos)
Kiai asal Serang, Banten, itu mengungkapkan, dirinya sempat menjenguk Habibie pada Selasa (10/9). Dia sengaja datang setelah mengetahui kondisi kesehatan Habibie menurun. Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf mengaku sempat berbincang ringan.

Di mata mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, ada empat jasa besar yang ditanamkan Habibie terhadap bangsa Indonesia. Pertama, sebagai ilmuwan dan bapak teknologi, Habibie telah membangun rasa percaya diri bangsa. ”Menghilangkan rasa rendah diri pada zaman dulu,” ujarnya.

Kedua, Habibie menjadi peletak fondasi undang-undang politik yang memungkinkan semua masyarakat memiliki hak berpolitik yang sama. ”Kehidupan demokrasi dimulai di eranya (kepemimpinannya, Red),” katanya.

Ketiga, dalam membangun SDM, upayanya menyekolahkan generasi muda ke seluruh penjuru dunia dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia. ”Hasilnya bisa kita lihat sekarang, hampir di semua institusi lembaga negara banyak sekali hasil yang disekolahkan di masa itu,” jelasnya. Terakhir, Habibie sudah menekankan cara hidup yang inklusif.

Hatta menuturkan, ada banyak pelajaran yang diambil dari Habibie. Bahkan, saat menjabat menteri riset, teknologi, dan pendidikan tinggi, dirinya mengaku sering berkonsultasi.

”Meneruskan gagasan beliau,” ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan, sangat sulit menemukan pengganti seperti Habibie. Selain negarawan, reputasi Habibie sebagai teknolog dan ilmuwan diakui dunia. Juga, menginspirasi jutaan orang. ”Makanya, kegeniusan beliau diabadikan dalam lagu Oemar Bakri oleh Iwan Fals,” katanya.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menceritakan, BPPT adalah anak cucu intelektual Habibie. Membawa roh membangun Indonesia melalui transformasi industri. ”Transformasi industri, berawal di akhir, berakhir di awal. Artinya, berlandaskan apa yang dibutuhkan masyarakat. Kemudian, mengembangkan teknologi industri untuk memenuhi kebutuhan itu,” ucap Hammam.

Kini sebagian cita-cita Habibie satu per satu mulai terwujud. Misalnya, berdirinya PT Pindad hingga PT Dirgantara Indonesia. Selain itu, memberikan kesempatan besar kepada anak bangsa untuk mendapat pendidikan, bersekolah, dan memperoleh beasiswa, bahkan hingga ke luar negeri.


Saat itu, kata Hammam, Habibie berpikir bahwa Indonesia akan bisa maju, berdaya saing, dan mampu melaksanakan pembangunan nasional dengan sumber daya manusia yang kompeten. ”Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi, penekanan terhadap SDM itu sebenarnya sudah digaungkan sejak zaman Pak Habibie,” kenangnya. Dengan begitu, bisa menghasilkan invensi, inovasi, dan memajukan industri tanah air.

Mengenai proyek pesawat N-250 yang sampai saat ini tidak terdengar gaungnya, lanjut Hammam, Habibie pernah mengatakan kecewa. ”Ya, beliau selalu mengingat itu,” katanya. Sebab, mahakarya tersebut merupakan cita-cita anak bangsa. N-250 adalah karya asli Indonesia. Namun, Hammam paham, proyek N-250 sulit berkembang karena saat itu Asia sedang mengalami krisis moneter. Termasuk Indonesia. Praktis, tidak ada dana dari pemerintah untuk menyokong proyek tersebut.

Rusli Habibie, keponakan B.J. Habibie, mengungkapkan hal yang sama. Sang paman masih sangat bersemangat membicarakan pesawat N-250 yang dirancangnya sebelum dirawat intensif di RSPAD Jakarta. Saking serunya, percakapan itu bahkan berlangsung selama dua jam. ”Pak Habibie terakhir bicara sama saya tentang pesawat N-250. Beliau sangat sedih. Ingin rencana itu terwujud,” tutur gubernur Gorontalo itu.

Pesawat N-250 merupakan hasil rancangan Habibie pada kurun 1990-an. Kala itu rancangan pesawat tersebut dibangun Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia. Namun, pesawat tersebut tidak diproduksi masal.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai Habibie merupakan sosok yang menginspirasi semua orang, khususnya generasi muda Indonesia. Habibie telah berkontribusi besar dalam bidang teknologi. ”Beliau memotivasi anak muda Indonesia agar terus berprestasi demi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Dia juga kagum karena presiden ke-3 RI itu merupakan figur teladan. Selain cerdas, Habibie dikenal romantis dan penuh cinta. ”Ini juga sisi lain yang luar biasa dari sosok beliau,” ucapnya.

Subuh tadi Khofifah bersama warga melaksanakan salat Gaib di Masjid Al Akbar, Surabaya. Selain itu, dia mengajak masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari ke depan sebagai tanda hari berkabung nasional. ”Saya mewakili masyarakat Jawa Timur menyampaikan duka mendalam,” kata mantan menteri sosial itu.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook