Kemenag Persilakan Madrasah dan Pesantren Mengambil Kebijakan Libur

Nasional | Senin, 09 September 2019 - 13:00 WIB

Kemenag Persilakan Madrasah dan Pesantren Mengambil Kebijakan Libur
ILUSTRASI

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebijakan libur sekolah karena kabut asap tebal juga diterapkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru. 

Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kota Pekanbaru Edwar S Umar menyampaikan beberapa arahan pada pimpinan sekolah yang ada di bawah kewenangan Kemenag Kota Pekanbaru. 

Arahan ini pertama adalah memfokuskan kegiatan anak didik di dalam ruangan tertutup dan menghindari Kegiatan diluar ruangan. 

Kedua, menganbil keputusan cepat dan tepat apabila asap semakin tebal dan mengganggu kesehatan anak didik, termasuk meliburkan anak didik. 

Ketiga, melaporkan semua akibat yang ditimbulkan asap terhadap anak didik ke Seksi Pondok Pesantren dan keempat, melakukan Sholat Istisqa apabila hujan tidak turun dan asap semakin menebal. 

''Sehubungan dengan kabut asap, sudah banyak anak-anak yang terdampak, maka keputusan kepala kantor Kemenag Kota Pekanbaru, agar kepala madrasah dan pimpinan pondok mengambil kebijakan yang berpihak pada kesehatan anak, jadi situasional,'' kata Edwar pada Riau Pos melalui sambungan telepon. 

Pihaknya kata dia tidak mengeluarkan surat resmi libur, dengan pertimbangan wilayah Pekanbaru yang lebar dan luas serta kabut asap ketebalannya tidak merata.

''Nanti diumumkan libur, ternyata kondisi ketebalan kabut asap tidak sama di tiap wilayah kecamatan yang ada. Kita serahkan bada pimpinan pondok, madrasah dan lembaga pendidikan (untuk meliburkan-red),'' jelasnya. 

Di bawah Kemenag Kota Pekanbaru sendiri ada 29 Madrasah Ibtidaiyah 29, 32 Madrasah Tsanawiyah dan 20 Madrasah Aliyah.

''Yang meliburkan pasti melapor. Yang jelas MTSN Andalan besok pagi libur. MTSN Bukitraya besok pagi libur. Apabila hari hujan nanti, misalnya libur 3 hari, Selasa hujan Rabu masuk. Kamis kalau tidak hujan dia masuk untuk melaksanakan sholat istisqa,'' paparnya. 

Kepada Riau Pos, Edwar kemudian menanyakan tentang imbauan Gubernur Riau yang menyebut sekolah dipersilahkan libur jika kabut asap membahayakan.

''Kita tetap pada pendapat seperti tadi. Bahwa libur kita serahkan pada madrasah dan pondok pesantren yang terdampak. Kuncinya di situasional itu. Karena kita hujan ini tidak rata lagi. Kalau kita buat libur serentak, kadang ada yang hujan ada yang tidak,'' singkatnya. 

Laporan: M Ali Nurman/Pekanbaru

Editor: Edwir
 





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook