Freddie Mercury, Majusi dan Asma Allah di Jagat Rock

Hiburan | Jumat, 06 September 2019 - 01:45 WIB

Freddie Mercury, Majusi dan Asma Allah di Jagat Rock
Freddie Mercury dalam salah stau aksi panggungnya bersama Queen. Foto: Instagram/officialqueenmusic

BAGIKAN


BACA JUGA

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Lagu Bohemian Rhapsody karya Queen dalam beberapa hari terakhir ini makin sering terdengar jelang tanggal kelahiran Freddie Mercury. Sejak 24 Agustus lalu filmnya dengan judul yang sama juga tayang saban hari di saluran televisi berbayar.

Ayatollah Antoni

Bo Rhap -akronim untuk Bohemian Rhapsody- seperti sudah ditakdirkan menjadi magnum opus yang kekal. Lagu dengan durasi 5 menit 55 detik itu mampu membuat orang yang baru pertama kali mendengarnya langsung kesengsem sekaligus bertanya tentang maknanya.

Setahun lalu, bocah yang masih duduk di bangku kelas II sekolah dasar langsung gandrung dengan Bohemian Rhapsody. Salah satu penyebabnya adalah penyebutan ‘bismillah’ pada sesi opera di lagu dari album bertitel A Night at The Opera yang dirilis pada 1975 itu.

“Kok ada bismillah-nya?” ujar bocah kelahiran 2011 itu sembari memelototi subtitle YouTube di layar ponsel.

Asma Allah dalam lagu Queen tidak hanya ada dalam Bo Rhap. Lagu Mustapha Ibrahim dari album Jazz juga memuat lirik yang menyebut Allah, Mochamut (banyak yang menganggapnya sebagai nama yang merujuk Muhammad), serta ucapan salam khas muslim.

Mustapha -lazimnya untuk nama anak laki-laki- bermakna yang terpilih. Ibrahim -seperti sudah jamak diketahui- merupakan nama nabi pembawa agama samawi.

Penyebutan asma Allah hingga assalamualaikum di jagat musik cadas tak terlepas dari sosok Freddie. Pengalaman hidup musisi dengan nama lahir Farrokh Bulsara itu membuatnya kaya akan kosakata, termasuk yang berbau Arab.

Zanzibar

Bomi Bulsara adalah kasir bagi pemerintah Inggris di Pengadilan Tinggi Zanzibar. Pria berdarah Persia itu beristrikan Jer Behranji.

Bomi memperoleh nama Bulsara dari tempat kelahirannya di Bulsar, sebuah kota sebelah utara Mumbay, India. Pada Kamis, 5 September 1946, pasangan suami istri itu dikaruniai momongan yang akhirnya dikenal dengan nama Freddie Mercury.

Bomi memberikan nama Farrokh Bulsara untuk bayi yang lahir di Rumah Sakit Pemerintah Zanzibar itu. Zanzibar -sebuah pulau di sebelah timur pesisir Afrika- merupakan protektariat Britania Raya.

Di Zanzibar pula Freddie setidaknya mengenal hal-hal berbau Arab. Gedung tempat ayahnya berkantor adalah sebuah bangunan bernama Bait al-Ajaib peninggalan Sultan Sayyid Barghash pada pengujung abad ke-19 .

Meski demikian orang tua Freddie adalah penganut Zoroastrianisme atau Majusi, sebuah agama dari Persia Kuno. Karen Arsmtrong menyebut Zoroazter sebagai pelopor Zoroastrianisme telah berjasa mengenalkan dikotomi kebaikan dan kejahatan, sebuah paradigma yang masih bertahan hingga sekarang.

Biografi berjudul Mercury karya Lesley-Ann Jones menceritakan soal Freddie yang tumbuh di lingkungan keluarga Majusi, justru sudah mengenal agama Ibrahimi saat masih berusia 5 tahun. Bomi memasukkan Freddie ke Sekolah Misionaris Zanzibar yang para gurunya biarawati Anglikan.

Misteri Bo Rhap

Yang masih jadi teka-teki adalah lirik dalam seksi opera Bo Rhap. Freddie tak pernah menjelaskan maknanya.

Namun, Lesley-Ann Jones punya penafsiran soal Bo Rhap. Sosok Scaramouche, Galileo, Beelzebub dan Figaro, tulis Lesley-Ann Jones, merupakan personifikasi dari empat personel Queen.





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook