Sinar Mas Fokus Rampungkan Kemamputelusuran

Ekonomi-Bisnis | Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:16 WIB

Sinar Mas Fokus Rampungkan Kemamputelusuran
Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholders Engagement Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo (berdiri) menjelaskan pencapaian keberlanjutan perusahaan kepada jurnalis yang berlangsung di CoHive Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).(SINAR MAS AGRIBUSINESS AND FOOD/RIAUPOS)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Setelah tahun 2017 Sinar Mas Agribusiness and Food (Smart Tbk) mencatatkan 100 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya sendiri, maka pada akhir 2018 lebih dari 50 pemasok telah melaporkan pencapaian itu secara penuh.

Saat ini, lebih dari 60 persen rantai pasok kelapa sawit perusahaan telah sepenuhnya dapat ditelusuri hingga ke tempat asal buah sawit. Angka ini didapatkan dari surveyor yang membantu memetakan kemamputelusuran perusahaan.

Tidak hanya itu, pada 2019 Smart membantu para pemasok menjadi produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan melalui kegiatan lokakarya “Ksatria Sawit” di mana pada kegiatan ini perusahaan mengumpulkan berbagai pemasok untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa provinsi di tanah air seperti Riau, Lampung, Sumatera Utara, Aceh, Jambi dan Bangka.

"Kemamputelusuran memegang kunci penting dalam upaya perusahaan untuk membantu pemasok menuju arah yang lebih baik. Melalui pelibatan peran yang lebih mendalam, kami mendukung dan melatih pemasok untuk meningkatkan dan menerapkan praktik-praktik yang lebih baik. Ini membantu perusahaan mengurangi risiko rantai pasok sekaligus membuat industri sawit lebih tangguh sekaligus bertanggung jawab," jelas Managing Director SSSE, Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo dalam acara Media Briefing Sustainability Report 2018.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga mencatatkan sejumlah kemajuan pada upaya perencanaan konservasi bersama masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 20 desa telah ambil bagian dalam perencanaan Konservasi partisipatif dengan 13 desa.(rls/mng)

Editor: Arif Oktafian





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU