WAWANCARA GUBRI H SYAMSUAR DI HARI JADI KE-62 RIAU

Kami Sudah Berazam Membangun Riau Hijau

Riau | Jumat, 09 Agustus 2019 - 10:36 WIB

 Kami Sudah Berazam Membangun Riau Hijau

PROVINSI Riau hari ini (9/8) tepat berusia 62 tahun. Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengusung tema “Riau Hijau dan Bermartabat” pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Riau. Tema yang sempat jadi pertanyaan masyarakat. Apalagi saat ini Riau masih dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah.

Seperti apa konsep Riau Hijau Bermartabat ini? Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi di sela kesibukannya jelang 9 Agustus memaparkan konsep yang akan diterapkan dalam kepemimpinannya ini. Harapan dukungan seluruh instansi dan lembaga pemerintahan, pihak swasta serta segenap lapisan masyarakat menjadi asa tersendiri bagi Gubri. Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Riau Pos, Eka G Putra.

Soal Tagline Riau Hijau Bermartabat, apa maksudnya?

Ini berkaitan dengan pembangunan kita yang berwawasan lingkungan. Jadi bagaimana kita membangun lingkungan kita bersama dimulai dari keluarga. Masyarakat harus dapat menjaga lingkungannya, sampah plastik dikurangi. Salah satunya dalam waktu dekat, misalnya hari raya kurban ini kan, jangan lagi pakai plastik hitam untuk membungkus daging hewan kurban.

Seperti apa rencana penerapan?

Ada konsep-konsepnya. Terutama berkaitan dengan kelestarian lingkungan, mengajak masyarakat cinta lingkungan. Berkaitan dengan peningkatan ekonomi Riau, ada lahan gambut yang bisa dikelola, sehingga karhutla bisa ditekan. Tidak lagi membakar lahan. Tanaman-tanaman yang di lahan gambut ini agar lebih ramah lingkungan. Jadi pembangunan tidak sekadar wah dan luar biasa, harus mengedepankan lingkungan dan dampaknya.

Kaitan RPJPD Provinsi?

Kita tetap mengacu ke sana. Dokumen perencanaan mengikuti itu. Soal visi 2020, sudah dilakukan perubahan Perda RPJPD 2025, memang dulu Pak RZ (Rusli Zainal, red) sampai 2020. Dengan revisi jadi masih ada waktu kami sampai 2024 (sesuai masa jabatan, red), mudah-mudahan bisa tercapai dalam lima tahun  akan datang.

Soal tagline hari jadi, dibuat tiap tahun?

Ya, per tahun. Tahun lalu kan beda. Semua menyesuaikan dengan visi misi kami.

Stakeholder terkait dalam mewujudkan Riau Hijau Bermartabat?

Bukan instansi dan badan serta lembaga pemerintahan saja, tapi seluruh masyarakat, kita dorong agar cinta lingkungan. Peduli dengan lingkungan. Sekarang (karhutla, red) misalnya, siapa bakar? Jadi kita ajak seluruh orang di Riau ini cinta lingkungan.

Persiapan hari jadi provinsi?

Upacara nanti kami pakaian lengkap. Pakaian kebesaran Melayu sebagai Datuk Seri Setia Amanah. Bersama Pak Wagub juga.

Kembali ke tagline, apakah menghijaukan Riau atau seperti apa?

Tema yang diangkat ini agar pembangunan berbasis lingkungan. Pembangunan di sini maksudnya seluruh pihak. Swasta juga, masyarakat juga. Begini, harga karet rendah, sawit rendah, dikaitkan ekonomi global mempengaruhi ekonomi masyarakat, maka seluruh komponen harus peduli dengan lingkungan. Karena berbagai negara sudah mengarah kepada pembangunan lingkungan, pariwisata, transportasi green bahkan sudah ada city green. Jadi Pekanbaru juga diharappkan nanti siap jadi kota hijau, kabupaten dan kota juga.

Komitmen sebagai kepala daerah dalam mewujudkannya?

Kami telah berazam untuk membangun Riau Hijau ini. Seperti saya katakan tadi, sudah dituangkan dalam RPJMD, tentu harus jadi komitmen bersama. Seluruh komponen dan stakeholder yang punya kepentingan di Riau ini agar punya kepedulian.

Masukan pihak lain agar Anda lebih peduli lingkungan, misalnya?

Riau hijau ini bagaimana mengangkat Riau ke depan. Karena ini kaitan juga dengan imej. Karhutla, gambut rusak. Jadi ini harus diangkat, momen pertama kali memimpin sebagai kepala daerah di hari ulang tahun. Memang ada masukan NGO juga, ini ditetapkan bersama. Komitmen kami dalam menjaga lingkungan, soal sampah di Pekanbaru, plastik yang jadi musuh bersama, merupakan arti penting kepedulian kami. Memang ini semua berproses. Roadmap akan disiapkan dicapai tiap tahun. Adanya kurang kepedulian terhadap lingkungan akan berkaitan dengan masalah ekonomi petani dan masyarakat kita.

Arti penting bagi Gubernur?

Karena begini, bagaimana pun membangun macam mana hebatnya, jangan menimbulkan permasalahan lingkungan. Bukan saja pemerintah, tapi semua masyarakat. Lingkungan isu global. Sungai juga dilakukan kajian terhadap bagaimana dengan pencemaran, abrasi, apa-apa yang diperhatikan. Bukan saja hijaukan Riau, itu hanya sebagian penting dari program ini.

Harapan mengenai konsep ini?

Mudah-mudahan ke depan dapat menjadi hal yang jadi perhatian bersama dan melestarikan lingkungan kita. Harus jadi kampanye bersama dalam melawan segala hal yang ilegal di bidang lingkungan hidup. Termasuk sawit ilegal, perambahan ilegal, tim disiapkan, segala yang ilegal akan ditindak. Kalau ini dijalankan, mudah-mudahan dapat lebih baik Riau ini.***

Laporan: Tim Riau Pos





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com