Bupati Silaturahmi dengan Mantan Kapolres di Makkah

Riau | Jumat, 09 Agustus 2019 - 10:39 WIB

Bupati Silaturahmi dengan Mantan Kapolres di Makkah
SILAHTURAHMI: Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi (dua kiri) didampingi Wadirkrimsus Polda Riau AKBP Fibri Karpiananto SH SIK duduk bersama saat silaturahmi di Hotel Luluat Al Nadir, Makkah, Rabu (7/8/2019).

(RIAUPOS.CO) -- Di tengah-tengah kesibukan Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, beliau masih menyempatkan diri untuk bersilaturahmi. Salah satunya dengan mantan Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto SH SIK.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri tokoh masyarakat Kuansing di Hotel 121 atau Hotel Luluat Al Nadir, Makkah, Rabu (7/8), bupati saling bertukar pikiran dengan mantan Kapolres Kuansing yang sekarang menjabat sebagai Wadirkrimsus Polda Riau

 “Iya. Setelah beberapa lama tidak bertemu, akhirnya saya bertemu dengan Pak Fibri. Ternyata kami dipertemukan di Tanah Suci ini. Semoga menjadi pertemuan yang mendapatkan keberkahan. Kami banyak bercerita tentang keamanan dan tindak lanjut Pekat yang ada di Kuansing,” kata Mursini.

Mursini juga meminta masukan kepada Fibri Karpiananto tentang segala kegiatan masyarakat yang sudah mulai masuk ke ranah hukum. Sebab, dengan kacanggihan zaman, Mursini khawatir masyarakat Kuansing akan terpengaruh dengan tawaran dan ajakan melalui media sosial.

“Yang saya takutkan adalah generasi muda yang mulai terjerumus dengan narkoba. Ini yang harus kita awasi bersama. Bukan tanggung jawab pihak kepolisian saja, namun lebih dititikberatkan kepada keluarga. Awasi dan tetap pantau kegiatan anak,” pinta Mursini.

Mantan Kapolres Kuansing yang sekarang menjabat sebagai Wadirkrimsus Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto SH SIK melalui pesan singkat, Kamis (8/8) mengatakan, bahwa pertemuan itu hanya silahturahmi. 

“Saya sengaja datang ke hotel di mana Pak Bupati menginap. Kami hanya bercerita tentang Kuansing. Apalagi sekarang di beberapa daerah marak pembalakan liar, PETI dan korupsi. Untuk PETI dan pembalakan liar, ini harus menjadi tugas bersama. Bahkan ninik mamak dan masyarakat adalah ujung tombak pemberantasan pekat yang terjadi di daerah,” kata Fibri Karpiananto.(adv)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook