Tak Diserahkan, Mobil Dinas Dijemput Paksa

Riau | Senin, 05 Agustus 2019 - 11:04 WIB

Tak Diserahkan, Mobil Dinas Dijemput Paksa
MENINJAU: Wakil Bupati Kuansing H Halim didampingi Sekda Dr H Dianto Mampanini SE MT dan Kepala BPKAD Hendra AP MSi saat meninjau mobil dinas di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (2/8/2019).

(RIAUPOS.CO) -- Waktu 1x24 jam untuk menarik mobil dinas yang diberikan Wakil Bupati Kuansing  H Halim kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kunsing sudah habis sejak Jumat (2/8) yang lalu. Namun, masih ada beberapa mobil dinas lagi yang belum “parkir” di halaman rumah dinas Bupati Kuansing.

Menanggapi masih adanya beberapa mobil dinas yang belum diserahkan tersebut, Kepala BPKAD Kuansing, Hendra AP MSi, Ahad (4/8) menyebutkan, beberapa mobil yang belum diserahkan itu masih ada dalam perjalanan dinas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan OPD terkait penarikan mobil dinas yang belum diserahkan. Kebanyakan mobil dinas itu ada yang masih dalam perjalanan karena dinas luar. Kita tunggu dulu. Kalau pagi ini mereka tidak mengantarkannya, ya sesuai dengan perintah Pak Wabup, harus dijemput paksa,” ujar Hendra menirukan ucapan Wabup Halim. 

  Selain berada diluar, lanjut Hendra, mobil dinas tersebut juga ada yang mengalami rusak di bengkel, sehingga tidak bisa antar ke halaman rumah Bupati Kuansing. Namun, walau demikian, pihaknya akan mengecek keberadaan mobil dinas yang masih diluar.

“Akan kita cek. Kalau keberadaanya di bengkel, kita lihat dan kita foto, sehingga kita bisa mendatanya. Nanti kalau ada yang bertanya tentang mobil dinas, kita bisa tunjukkan langsung di mana keberadaan mobil itu. Dan kami juga sudah koordinasi dengan Satpol PP untuk menarik mobil dinas yang belum diantar tersebut,” tegas Hendra.

Meskipun demikian, lanjut Hendra, OPD yang dalam waktu dekat sangat memerlukan mobil untuk operasional, pihaknya akan memberikan mobil tersebut. Dengan catatan, atas nama pinjaman.

Iya, dalam beberapa pekan ke depan, kita di Kuansing banyak kegiatan seperti pacu jalur dan pemilihan kepala desa serentak. Ini tentu akan memerlukan mobil. Nah, ini akan kami pinjamkan. Sebab penggunaanya untuk kepentingan Kabupaten Kuansing. Dipinjaman itu nanti akan tertera berapa lama dan keperluan apa saja,” beber Hendra.

Bahkan, lanjut Hendra, bukan aset berupa kendaraan saja, selain itu pihaknya juga akan menertibkan aset berupa bangunan yang dinilai masih banyak yang tidak tepat sasaran. Namun dalam waktu dekat ini, pihaknya fokus masalah roda empat. “Kita selesaikan ini dulu. Nanti akan kita lakukan bertahap termasuk bangunan dan aset lainnya,” singkat Hendra.(adv)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU