Korea Selatan Laporkan Kapalnya Dirompak di Perairan Selat Malaka

Internasional | Selasa, 23 Juli 2019 - 22:10 WIB

Korea Selatan Laporkan Kapalnya Dirompak di Perairan Selat Malaka
Ilustrasi bajak laut.

PERAIRAN internasional Asia Tenggara kembali beriak. Senin (22/7/2019) sebuah kapal kargo dari Korea Selatan (Korsel) menjadi korban bajak laut setelah baru saja bertolak dari pelabuhan Singapura. Pembajakan itu mengingatkan dunia bahwa ancaman perompak di Selat Malaka dan sekitarnya belum hilang.

Kantor berita Yonhap merilis kabar tersebut dari informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Korsel. Kapal bernama CK Bluebell itu diserang pada pukul 04.25 waktu setempat. Saat itu kapal baru saja bertolak dari titik transit di Singapura.

’’Kapal (CK Bluebell) berlayar dengan kecepatan wajar di bawah 15 knot. Perompak mengejar kapal tersebut dengan speedboat berkecepatan 20 knot ke atas.’’ Begitu penjelasan salah seorang pejabat kementerian.


Dalam kapal itu, terdapat 22 kru kapal yang terdiri atas 4 warga Korsel dan 18 warga negara Indonesia. Namun, mereka mengangkut 68 ribu ton jagung Brasil tanpa personel bersenjata. Karena itu, mereka akhirnya menyerah setelah berusaha melawan.

Tujuh perompak bersenjata tersebut berhasil menjarah uang 13 ribu dolar AS (Rp181 juta) dan beberapa barang berharga milik anak buah kapal (ABK). Namun, tidak ada korban luka berat akibat pembajakan tersebut. Hanya kapten kapal dan perwira navigasi yang mengalami lebam karena melawan. ’’Mereka menduduki kapal selama sekitar 30 menit,’’ ujar pejabat kementerian.

Saat ini kapal kargo itu melanjutkan perjalanan sesuai dengan jadwal. Namun, mereka sudah diminta mengamankan sidik jari pelaku oleh otoritas Singapura. CK Bluebell dijadwalkan tiba di Pelabuhan Incheon, Korsel, pada 30 Juli nanti.

Maritime and Port Authority (MPA) Singapura menjelaskan, lokasi kapal saat itu berada sekitar 161 kilometer arah timur laut Selat Malaka. ’’Pembajakan itu tak terjadi di perairan kami, tetapi di perairan Laut Cina Selatan dekat Pulau Anambas,’’ jelas juru bicara MPA menurut Channel News Asia.






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook