PDIP Identik dengan Sosok Megawati Soekarno Putri

Politik | Sabtu, 20 Juli 2019 - 17:11 WIB

PDIP Identik dengan Sosok Megawati Soekarno Putri
Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon (foto/jpnn.com)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon bersyukur bahwa tidak ada gejolak yang terjadi di partainya. Dia menegaskan bahwa hal ini salah satunya berkat kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Kami bersyukur bahwa PDI Perjuangan tetap baik dan dinamis dan demokrasinya sangat terbuka, sehat dan tumbuh segar. Kami bersyukur, tidak seperti partai lain yang hiruk pikuk, dan turbulensinya,” kata Effendi dalam diskusi Ngebut Munas Parpol Jelang Kabinet Baru di Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan identik dengan sosok Megawati Soekarnoputri. “Ibu Mega itu PDI Perjuangan. Tidak ada Ibu Mega, tidak ada PDI Perjuangan. Kalau partai lain, saya tidak tahu siapa figurnya, tokohnya. Kalau kami, sudah pemberian Tuhan seperti itu,” ujarnya.

Menurut Effendi, kaderisasi partai sangat berjalan dengan baik. Buktinya, ujar dia, banyak kader baru yang muda-muda, memiliki kemauan, kemampuan, integritas cukup bagus di PDIP.

Dia menegaskan bahwa sejarah kelahiran PDI Perjuangan yang identik dengan perlawanan rezim otoriter itu sangat fenomenal dan mempunyai historis yang sangat kuat yang diikuti dengan lahirnya sosok kepemimpinan Mega, yang masih terus sampai sekarang ini. “Ketika masuk dan ikut barisan PDI Perjuangan langsung mematuhi sepenuhnya. Pengalaman saya, di internal tetap dinamis tetapi kami tidak keluar dari pakem-pakemnya,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Effendi, dari awal hingga sekarang PDIP mulai DPP hingga tingkat anak ranting tidak pernah ada masalah di bawah kepemimpinan Mega. Bahkan Effendi mengatakan diperkirakan kondisi stabil ini bisa sampai lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Menurut Effendi, solid dan dinamisnya PDIP karena kader mematuhi anggaran dasar, mukadimah maupun platform partai. “Kami menyadari bahwa kami menjadi bagian kader partai yang sering Ibu Mega menyebutnya petugas partai, sehingga itu tidak kemudian kami ada keberatan sebelum masuk. Ini yang membuat PDIP itu stabil,” ungkapnya.

Menurut Effendi, kalau dilihat seharusnya di Pemilu 2019 ini PDI Perjuangan memperoleh 28 persen, tetapi karena pemilihan legislatif dan presiden dilaksanakan serentak fokus masyarakat maupun konstituen berimbas ke partai. Menurut dia, hal ini mungkin dialami partai-partai lain selain PDIP. “Jadi, saya harap ke depan pemilu dipisah. Karena sama pentingnya ketika masyarakat memilih presiden dan wakilnya di DPR,” katanya. (boy)


Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook