Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR PDIP, Jika Terjadi akan Indah

Politik | Jumat, 19 Juli 2019 - 12:15 WIB

Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR PDIP, Jika Terjadi akan Indah
Politikus Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra MPR RI Sodik Mudjahid. (foto/JPNN.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua Fraksi Gerindra MPR RI Sodik Mudjahid menilai semangat rekonsiliasi akan terasa indah bila lembaga tinggi negara itu dipimpin oleh kader partainya.

"Indahnya NKRI. Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR RI dari PDIP, Presiden Ir Joko Widodo," kata Sodik, Jumat (19/7).

Sodik menegaskan jika komposisi itu merupakan usulan pribadinya, bukan sikap fraksi. Sebab, posisi yang sekarang ramai dibahas dan diperebutkan pascapilpres adalah jabatan ketua MPR.

Pemikiran itu diungkapkan Sodik, karena pascapilpres lalu banyak yang mendorong adanya rekonsiliasi. Padahal, yang terjadi selama ini hanyalah sebuah kontestasi konstitusional semata.

"Semangat rekonsiliasi ini sangat kuat didorong oleh Presiden Jokowi dan oleh banyak tokoh-tokoh dari berbagai kalangan," ucap pimpinan Komisi VIII DPR ini.

Sodik memahami bahwa inti dari rekonsiliasi tersebut adalah memperkukuh kembali semangat kebersamaan demi kepetingan yang lebih besar, yakni kesatuan dan persatuan bangsa untuk memperkuat kembali kedaulatan dan kemajuan bangsa Indonesia di semua bidang.

Pemikiran itu pula yang menurut Sodik, mendasari langkah Prabowo bersedia bertemu Jokowi. "Dengan risiko dikecam bahkan ditinggalkan oleh sebagian pendukungnya, Prabowo berani melakukan pertemuan dengan Jokowi," sebut Sodik.

Dia berpandangan, semangat rekonsiliasi untuk kebersamaan serta kesatuan dan persatuan bangsa ini, pertama-tama harus diwujudkan oleh para wakil rakyat anggota MPR, terutama para pemimpin partai, dalam menetapkan ketua MPR," tegasnya.

Atas dasar semangat rekonsiliasi itu lah dia mengusulkan komposisi terbaik untuk melengkapi kepemimpinan eksekutif, yakni MPR RI diketuai Gerindra, DPR RI dipimpin PDIP dan presidennya Jokowi.

"Komposisi ketua MPR dan DPR di atas tanpa harus terkait dan menunggu komposisi terakhir koalisi oposisi dan koalisi di pemerintahan, karena rakyat dan bangsa Indonesia sudah memahami keberadaan dan posisi PDIP serta Gerindra khususnya dalam pileg dan pilpres 2019-2024," tandasnya. (fat)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

   





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com