PGN-Talisman Sakakemang Teken MoU

Ekonomi-Bisnis | Senin, 15 Juli 2019 - 12:17 WIB

PGN-Talisman Sakakemang Teken MoU
JABAT TANGAN: Direktur Komersial PGN Danny Praditya (kanan), Vice President TBSV Gregory Holman (kiri) dan Syarif Maulana dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas berjabat tangan usai penandatanganan MoU di Jakarta, Jumat (12/7/2019). (PGN FOR RIAU POS)

DUMAI (RIAUPOS.CO) -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman penjualan dan pembelian gas bumi dengan Talisman Sakakemang B.V. afiliasi dari Repsol Group (TBSV). PGN menandatangani kerja sama untuk pasokan gas yang berasal dari Wilayah Kerja Sakakemang.

“Penandatanganan ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjamin keberlangsungan pasokan gas bumi ke pelanggan agar tetap andal,” kata Direktur Komersial PGN Danny Praditya dalam keterangan tertulis perusahaan, Jumat (12/7).

Penandatanganan MoU dilakukan antara Direktur Komersial PGN Danny Praditya dan Vice President TBSV Gregory Holman disaksikan oleh Syarif Maulana dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) di Jakarta,  Jumat (12/7).

Menurut Danny, penandatanganan MoU ini sekaligus menjadi bentuk dukungan dan komitmen Kementerian ESDM dan SKK Migas serta industri hulu kepada PGN untuk terus memperluas pemanfaatan gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan.

Kerja sama ini juga merupakan bentuk sinergi antara industri hulu dalam melakukan pengembangan lapangan dengan industri hilir dalam melakukan pembangunan infrastruktur. “Dengan adanya jaminan pasokan ini, PGN dapat berkontribusi lebih untuk mendukung daya saing industri dan untuk dapat menyalurkan energi baik secara masif,” ujar Danny.

MoU antara PGN dan TBSV ini akan berlaku sejak 12 Juli 2019 yang akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Gas Sales Agreement (GSA) oleh para pihak. “Mengenai besaran pasokan gas bumi, kalau berdasarkan indikasi kebutuhan gas PGN sekitar 400-500 BBTUD dan ramp up mulai tahun 2020/2021” ujar Danny.

Danny juga mengatakan, pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja Sakakemang ini nantinya diharapkan dapat digunakan oleh PGN untuk melayani kebutuhan sektor industri baik skala besar maupun kecil, kelistrikan, komersial, dan rumah tangga.

Danny menambahkan, kerjasama ini juga menjadi bagian dari komitmen PGN sebagai Sub Holding Gas untuk menjalankan peran peningkatan pemanfaatan gas bumi dan perencanaan pengelolaannya secara berkelanjutan.

“Harapan kami, proses kerja sama ini dari awal hingga nantinya penyaluran gas bumi perdana dari Sakakemang dapat berjalan dengan lancar dan semakin meningkatkan ketahanan pasok bagi utilisasi gas bumi domestik,” kata Danny.

PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95 persen dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan usaha kecil menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga. yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggan gas bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.(hsb)


Editor: Eko Faizin





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook