30 Peserta Diklat Belajar Cara Penulisan Opini

Pekanbaru | Kamis, 11 Juli 2019 - 09:34 WIB

30 Peserta Diklat Belajar  Cara Penulisan Opini
FOTO BERSAMA:Wapemred Riau Pos M Amin didampingi Redpel Riau Pos, Yoserizal (tengah) foto bersama  30 orang peserta diklat pelaksanaan program akademik diklat penulisan karya tulis ilmiah dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pekanbaru saat kunjungan ke Redaksi Riau Pos, Rabu (10/7/2019).

KOTA (RIAUPOS.CO) -- Sebanyak 30 orang peserta diklat pelaksanaan program akademik diklat penulisan karya tulis ilmiah dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pekanbaru menggelar kunjungan ke Redaksi Riau Pos, Rabu (10/7). 

Tujuan kunjungan peserta diklat salah satunya untuk belajar cara menulis opini sehingga bisa diterbitkan di media cetak. 

Penanggung jawab program akademik diklat penulisan karya tulis ilmiah, Refniza Yanti SPd MSi mengatakan, sebanyak 30 orang peserta diklat ingin berguru ke Riau Pos bagaimana cara membuat tulisan opini bisa terbit di media termasuk soal bahasa penulisannya.

”Peserta diklat ini adalah tenaga-tenaga fungsional yang memerlukan ilmu ini untuk menambah kredit poin dalam mencapai pangkat tertentu,” ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (10/7).

Refniza Yanti mengucapkan terima kasih kepada Riau Pos karena apa yang dipertanyakan oleh peserta diklat dan jawaban-jawaban yang diharapkan peserta sudah terjawab semua. Ada beberapa hal mungkin secara rinci perlu dibahas dalam sebuah workshop.

”Mungkin ke depan jika memiliki anggaran kami akan bekerja sama lagi dengan Riau Pos membuat workshop membahas dan menggali lebih dalam lagi soal tips penulisan ilmiah populer untuk media. Akan kami usulkan lagi nanti untuk workshop itu,” ucapnya.

Sementara itu, Wapemred Riau Pos M Amin didampingi Redpel Yoserizal menyampaikan kepada peserta diklat bagaimana cara dan tips membuat tulisan ilmiah atau opini yang menarik sehingga bisa terbit di media. 

Dia mengungkapkan,  penggunaan bahasa juga sangat penting dalam  menulis opini di media sehingga mudah dicerna pembaca. 

M Amin juga memberikan tips-tips agar opini yang dibuat bisa lolos di redaksi untuk diterbitkan. ‘‘Termasuk soal panjang tulisan juga harus diperhatikan,’’ ungkapnya.

Dijelaskannya juga, berita yang dikirim oleh wartawan (reporter) tidak semata-mata bisa langsung diterbitkan tetapi harus melalui beberapa tahap pemeriksaan oleh redaktur dan pemimpin redaksi. Tulisan opini dari pembaca pun demikian. (dof)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU