Dinas PUPR Akan Buat Peta Baru Drainase

Pekanbaru | Sabtu, 22 Juni 2019 - 09:46 WIB

Dinas PUPR Akan Buat Peta Baru Drainase
RUSAK: Pengendara menghindari lubang bak kubangan air yang ada di Jalan Dharma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (21/6/2019).(MHD AKHWAN/RIAUPOS)

KOTA (RIAUPOS.CO) -- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru Indra Pomi merencanakan akan membuat peta baru untuk drainase di Kota Bertuah.

Indra Pomi menjelaskan, pembuatan peta baru tersebut perlu dilakukan karena ia menilai peta lama drainase Kota Pekanbaru yang dibuat Pemerintah Provinsi Riau pada 2013 telah usang. “Petanya sebenarnya sudah ada, tapi perlu di-update. Terakhir dibuat 2013 sama pemprov, tahun ini kami ingin membuat peta drainase untuk Kota Pekanbaru,” kata Indra.

Untuk tahun 2019 ini, Indra mengatakan, prioritasnya untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan-jalan kota serta drainase untuk mengurangi masalah banjir dan jalan berlubang.

“Tahun ini kami ingin buat peta drainase. Tahun depan kami review masterplan penanganan banjir Kota Pekanbaru,” ujar Indra.

Seperti yang diketahui, Kota Pekanbaru memiliki masalah serius akibat banjir yang selalu datang ketika hujan lebat turun. Bahkan beberapa waktu yang lalu, banjir di Kota Pekanbaru telah memakan korban jiwa. Banjir terjadi karena buruknya sistem drainase sehingga air hujan tidak mengalir sebagaimana mestinya.


Sebelumnya diberitakan, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT mendapati salah satu kondisi ini Kamis (20/6) lalu di bawah Jembatan Siak IV. Dia hadir di sana  dalam Aksi Bersih Sungai Siak, sebuah rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Ke-235 Pekanbaru. Usai kegiatan, Wako menyempatkan diri melakukan pengecekan drainase yang ada disana. 


Didapatinya, satu parit berukuran 1 meter x 1,5 meter baru selesai dikerjakan, namun mentok. Parit ini, bukannya menyambung ke Sungai Siak yang hanya berjarak 50 meter, malah berakhir buntu. Alirannya dibelokkan ke arah  yang lebih tinggi dari parit itu.

’’Makanya bagi teman-teman OPD jangan hanya mengejar output. Siap kontraktual saja. Tapi manfaatnya juga harus diperhatikan. Ini airnya dibuang ke kiri, sementara kirinya lebih tinggi. Ini namanya tidak peka. Artinya outcome-nya tidak ada. Manfaatnya tidak ada,’’ keluh Wako.(*2/ali)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU