Disdik Siapkan Dua Kelas KOSMP

Pekanbaru | Jumat, 14 Juni 2019 - 11:20 WIB

(RIAUPOS.CO) -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah menyiapkan dua kelas olahraga tingkat sekolah menengah pertama (KOSMP). Karena sebentar lagi ada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2010 yang akan digelar serentak dari 1-4 Juli 2019 mendatang.

‘’Ada dua sekolah, yakni SMPN 10 dan SMPN 13 Pekanbaru telah disiapkan,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal di Pekanbaru, Kamis (13/6).

Dikatakan Jamal, masing-masing sekolah memperoleh satu kuota kelas. Minimal diisi oleh 25 orang pelajar. Yang mana, program ini merupakan gagasan dari Dispora dalam upaya mewujudkan Pekanbaru sebagai kota atlet. ‘’Nanti Dispora yang menyeleksinya. Kuotanya ada dua kelas,’’ ujarnya.

Mengenai sistem kurikulum pembelajaran, lanjut Jamal, tidak ada perbedaan dengan sistem kurikulum sekolah pada umumnya. Memang program ini nantinya untuk pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga. ‘’Sama saja seperti sekolah pada umumnya,’’ sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, baik Disdik Pekanbaru maupun Dispora telah mengadakan sosialisasi mengenai program KOSMP kepada murid sekolah dasar. Dengan cara memberikan brosur saat pengambilan rapor murid kelas VI SD.

Hanya Empat Pelajar

Setiap Kecamatan

Dalam pada itu, kuota pelajar baru untuk SMPN Madani, Kota Pekanbaru masih tidak ada penambahan. Tahun ini, SMP Madani tersebut hanya menerima 50 pelajar baru.

Kadisdik  Abdul Jamal mengatakan, pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN Madani Pekanbaru telah selesai dilaksanakan. Sekolah yang ada di Jalan Kasah tersebut memang telah lebih dulu melaksanakan PPDB. Tahun ini, kuota yang diterima hanya 50 pelajar. Sama seperti tahun lalu yang hanya menerima 50 siswa.

Proses belajar-mengajar baru akan dimulai, 8 Juli 2019. ‘’Tinggal menunggu tahun ajaran baru. Dua bulan lalu PPDB SMP Madani sudah dilaksanakan. Untuk tahun ini kuotanya 25 putra dan 25 putri,’’ ujar Abdul Jamal kemarin.

Kuota di sekolah tersebut memang terbatas. Mengingat pemerintah telah membiayai pendidikan, pelajar juga mesti tinggal di asrama yang sudah disiapkan di kompleks SMP Madani tersebut.

Abdul Jamal mengatakan, pelajar SMP Madani tersebut diseleksi secara ketat mulai dari tingkat kecamatan. Hanya ada dua putra dan dua putri yang jadi perwakilan di setiap kecamatan. Salah satu syarat untuk dapat masuk di SMP tersebut, pelajar meski sudah hapal beberapa juz Alquran. ‘’Seandainya tidak terpenuhi kita ambil dari kecamatan lain,’’ terangnya.

Pelajar yang tahun ini sudah bisa masuk asrama anak kelas IX. Mereka akan mendapatkan fasilitas pendukung lainnya. Seperti olahraga dan konsumsi lainnya.(*1/ade)

Laporan JOKO SUSILO, Kota





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook