UEFA NATIONS LEAGUE

Jika Ingin Kalahkan Belanda, Ronaldo Harus Lewati Dua Bek Tangguh Ini

Olahraga | Minggu, 09 Juni 2019 - 12:08 WIB

Jika Ingin Kalahkan Belanda, Ronaldo Harus Lewati Dua Bek Tangguh Ini
Virgil van Dijk dan Matthisj de Light, dua tembok tangguh Belanda yang harus dilewati Cristiano Ronaldo dalam final UEFA Nations League di Porto, Senin (10/6/2019). (THE SUN)

PORTO (RIAUPOS.CO) -- Pertemuan antara Portugal melawan Belanda dalam final UEFA Nations League akan menjadi ajang pertemuan yang istimewa. Khususnya adalah duel antara penyerang terbaik dunia, Cristiano Ronaldo, melawan bek yang dianggap terbaik dunia saat ini, Vigil van Dijk.

Hingga hari ini, selain bersaing denga Lionel Messi, Ronaldo masih dianggap penyerang terbaik. Terakhir, di semifinal, dia memborong tiga gol yang menumbangkan Swiss 3-1. Sementara, Van Dijk menjadi salah satu aktor bagusnya peforma Belanda hingga mencapai final, termasuk saat menghentikan laju Inggris di semifinal dengan skor 3-1.

Jika Ronaldo akan menjadi "pemain tunggal" di tim tuan rumah, maka sebaliknya Van Dijk akan mendapat duet cadas yang saat ini sedang membelalakkan mata dunia di usia 19 tahun, Matthijs de Light. Kapten Ajax Amsterdam ini kini menjadi rebutan banyak klub besar seperti Juventus, Barcelona, Paris St Germain, hingga Manchester United. Di semifinal, meski sempat melakukan tekel telat  terhadap Rasfhord yang membuat Inggris mendapatkan penalti, namun dia membayar lunas dengan gol tandukan kepalanya.

Pelatih Belanda, Ronald  Koeman, memastikan jika ada dua Ronaldo memang harus berhadapan dengan keduanya kalau ingin membobol jala Jesper Cillessen. Yang menarik, Ronaldo yang selama ini jago dibel, harus berharapan dengan Virgil yang sepanjang Liga Inggris membela Livepool, belum pernah berhasil dilewati oleh dribel lawan.

Final UEFA Nations League akan digelar pada Senin (10/6/2019) dini hari WIB di Stadion Do Dragao. Portugal punya beberapa aspek penting yang membuat mereka cukup diunggulkan dibanding Belanda.

Pertama, Portugal akan bermain di depan pendukungnya sendiri. Stadion Do Dragao, yang merupakan markas FC Porto, berada di Portugal. Kedua, Cristiano Ronaldo sedang onfire pasca mencetak hattrick ke gawang Swiss pada laga uji coba.

"Kami sudah bermain (lawan Portugal) di Swiss belum lama ini. De Ligt saat itu juga mampu menghentikan Ronaldo. Bukan hanya Van Dijk yang bisa hentikan Ronaldo," ucap Koeman dikutip dari Goal International.
 
Koeman merujuk pada perjumpaan antara Portugal melawan Belanda di laga uji coba pada 27 Maret 2018 lalu di Jenewa, Swiss. Saat itu, Belanda meraih kemenangan dengan skor 3-0 atas juara Euro 2016 tersebut.

 Koeman juga cukup yakin dengan kualitas yang dimiliki oleh Belanda sebagai sebuah tim. Meskipun cukup banyak pemain muda yang berada skuad Der Orange, tapi mereka punya cukup pengalaman di level tinggi.

Selain itu, Frenkie De Jong, Donny van den Beek, Memphis Depay dan kawan-kawan juga sudah bermain bersama cukup lama. Jadi, mantan pelatih Everton tersebut menilai timnya sudah kompak dan mampu bermain secara kolektif.

"Kami tahu bahwa di Belanda kami bisa bermain sepak bola tapi mungkin sekarang yang menjadi perbedaan adalah ada lebih banyak fokus, lebih banyak kebersamaan dan lebih banyak energi dalam tim," kata Koeman.

"Itu yang menurut saya telah membuat tim ini mengalami peningkatan," tandasnya.

Editor: Hary B Koriun
Sumber: The Sun/Bola/Daily Mail





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook