Rajin Jamaah, Santunan Lancar

Pekanbaru | Sabtu, 01 Juni 2019 - 13:46 WIB

Rajin Jamaah, Santunan Lancar
MASJID: Masjid Jamiatuzzahidin, berada di Jalan Hang Tuah, Sail, Pekanbaru. Foto diambil Kamis (30/5/2019). (*3/MIRSHAL/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Masjid Jamiatuzzahidin yang berlokasi di Jalan Hang Tuah, Sail, Pekanbaru mengutamakan jamaah rajin ke masjid. Menurut pengurus Masjid Jamiatuzzahidin, Azwardi katakan, bagi yang rajin ke masjid khususnya fakir miskin akan diberi santunan setiap bulan beras 10 Kg.

“Terdapat 191 jiwa fakir miskin atau 72 kk di sekitar masjid. Baru berjalan sekitar 40 orang yang jamaah ke masjid. Jika mereka rajin jamaah ke masjid pada subuh, magrib dan isya maka akan diberi santunan beras 10 kg per bulan,” imbuhnya.

Sambungnya, begitu juga dengan anak yatim piatu. Mereka yang rajin ke masjid akan diberi tambahan santunan Rp200 ribu per bulan. Sementara saat ramadan mendapat Rp1,5 juta per orang. Jelasnya, terdapat 21 anak yatim piatu.

“Fakir miskin maupun yatim piatu yang ke masjid diabsen. Sehingga tau siapa yang datang dan tidak. Dengan demikian akan membangkitkan semangat yang lain. Selain itu bisa menambah ilmu tentang Islam buat mereka dan jamaah lainnya,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan kegiatan selama Ramadan. Katanya, kegiatan selama Ramadan, menambah dari hari biasa baik pengajian, infak dan lainnya.

“Saat Ramadan untuk pengajian ada subuh, zuhur dan isya. Sementara untuk infak Ramadan sejauh ini total Rp40 juta digunakan untuk renovasi lantai dua dan karpet,” ungkapnya.

Lebih lanjut, saat ini masjid pun sudah menerima zakat fitrah dan zakat mal. Untuk hasil zakat mal akan dijadikan zakat produktif kedua orang, pedagang ayam potong dan pedagang nasi goreng. Sisanya untuk fakir miskin, amil dan fisabilillah.

Lalu jelasnya, masjid pun sedang menerapkan program bernama jamaah masjid, dimana setiap keluarga dapat di data baik dari segi mengaji maupun golongan darah, alamat rumah maupun data diri lainnya. “Supaya tertata dengan baik. Sehingga ketika ada jamaah yang tidak hadir ataupun sedang sakit bisa ketauan dan bisa dijenguk. Ini masih proses semoga sistem dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.(*3)


Editor: Eko Faizin



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook