Enam Siswa Riau Ikuti Seleksi Program Youth Exchange and Study AS

Pekanbaru | Kamis, 30 Mei 2019 - 14:38 WIB

Enam Siswa Riau Ikuti Seleksi Program Youth Exchange and Study AS
WAWANCARA: Salah seorang calon siswa pertukaran pemuda dan studi dari Riau, program Youth Exchange and Study (YES) ke Amerika Serikat (AS) mengikuti wawancara di MAN 2 Pekanbaru, jalan Diponegoro, Kamis (30/5/2019). (EKO FAIZIN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Sebanyak enam peserta pertukaran pemuda dan studi dari Riau, program Youth Exchange and Study (YES) ke Amerika Serikat (AS) mengikuti seleksi di MAN 2 Pekanbaru, Jalan Diponegoro, Kamis (30/5).

Keenam siswa tersebut terdiri MAN 2 Pekanbaru (3 orang), SMA Cendana Pekanbaru (1 orang), SMA IT Mutiara Duri (1 orang), dan SMA 1 Dumai (1 orang). Keenamnya mengikuti seleksi untuk pertukaran angkatan 2020-2021.

Program YES merupakan kerjasama dari Yayasan Bina Antarbudaya dan Kedutaan Besar AS untuk memberikan beasiswa kepada siswa SMA/sederajat rentang usia 15-17 tahun dari negara-negara dengan populasi muslim yang signifikan termasuk Indonesia, untuk menghabiskan hampir satu tahun pendidikan akademik di Amerika Serikat.

"Di Indonesia ada 20 chapter. Chapter Padang meliputi Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau," jelas ketua harian Yayasan Bina Antarbudaya chapter Padang, Rahimah.

2019 ini, Yayasan Bina Antarbudaya chapter Padang menerima 600 calon siswa peserta, 157 finalisasi dan peserta yang terverifikasi 41 orang.  Dari 41 itu, 19 dari Sumbar, 8 Kepri, 8 Jambi, dan 6 dari Pekanbaru. Dari 41 akan disaring lagi menjadi 12 siswa untuk seleksi terakhir ke nasional.

Siswa YES nantinya akan tinggal dengan keluarga angkat, mengikuti sekolah tinggi, terlibat dalam kegiatan sambil belajar tentang AS, memperoleh keterampilan kepemimpinan, dan membantu mendidik AS tentang negara dan budaya.

Rahimah menambahkan ada sekitar 45 negara yang terlibat dalam pertukaran pelajar ke AS. Dari negara-negara tersebut ada sekitar 400 siswa belajar setiap tahunnya. Meskipun ditujukan untuk negara berpenduduk muslim, tidak semua siswa yang ikut beragama Islam. "Ada siswa terseleksi yang beragama lain juga ikut," tambahnya.

Koordinator Sending Yayasan Bina Antarbudaya, Hengki Nora menjelaskan bahwa program YES di Riau sudah dari sepuluh tahun yang lalu dan sudah ada sekitar 50 alumni. "Sebenarnya program YES sudah dari 2003, namun di Riau tahun 2009," jelas Hengki yang juga alumni prorgam YES.

Disaat yang sama, siswa SMA IT Mutiara Duri , Rahmatuzzahrah Hayatina mengungkapkan kegembiraannya karena lulus jadi siswa pertukaran dan studi untuk tahun 2019-2020. "Bersyukur bisa menjadi siswa yang ke Amerika, apalagi satu-satunya perwakilan dari Riau," ungkap Rahmatuzzahrah yang akan berangkat Agustus mendatang.

Hal senada juga diungkapkan salah satu alumni YES 2016, Ramzy Muliawan menceritakan tentang kehidupan di AS selama nyaris satu tahun. "Selain budaya, banyak hal yang dipelajari dan berguna sampai saat ini," kata Ramzy yang juga alumni MAN 2 Pekanbaru.

Perlu diketahui saat ini masih ada beberapa siswa yang masih menjalani pertukaran pemuda di AS, termasuk perwakilan dari Riau.


Penulis: Eko Faizin
Editor: Rindra Yasin





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com