Tubuh Tetap Fit di Bulan Ramadan

Ladies | Senin, 27 Mei 2019 - 12:56 WIB

Tubuh Tetap Fit di Bulan Ramadan
Dokter Bella Indah Sari. (FOTO KOLEKSI PRIBADI)
RIAUPOS.CO -- Pada bulan Ramadan, waktunya bagi para Ladies muslimah untuk menjalankan ibadah puasa. Pada bulan ini, tubuh diuji dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Tanpa asupan makan minum dengan durasi yang cukup lama dan dilakukan terus-menerus, nyatanya tubuh perlu melakukan penyesuaian.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi yang menjalankan ibadah puasa. Sebab, terkadang, tubuh terasa lemas dan tidak fit. Menanggapi hal ini, dr Bella Indah Sari mengatakan bahwa memang kondisi fisik atau tubuh kita berbeda saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi lemas dan dehidrasi adalah hal yang wajar. Namun, bukan berarti kondisi tersebut membuat tubuh menjadi tidak fit. Ladies tetap bisa kok menjaga kebugaran dan kesegaran tubuh selama menjalankan puasa Ramadan.

’’Jadi pada saat puasa, tubuh kita dalam kondisi tidak menerima makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Yang mana, makanan dan minuman ini sendiri, seperti kita tahu merupakan sumber karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan tentu cairan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh dan sumber kekuatan. Nah, karena tidak masuknya intake cairan maupun makanan, jadi tubuh berisiko untuk terjadi dehidrasi maupun lemas selama puasa," ujar dokter berkulit putih ini.

Adapun hal-hal yang harus dilakukan untuk membuat tubuh tetap fit di bulan Ramadan ialah, jangan tinggalkan sahur. Menurut dr Bella, sahur menjadi hal yang penting untuk membuat tubuh tetap bertenaga selama berpuasa. Meski begitu, sahur juga tidak boleh berlebihan ya Ladies. Pilihlah makanan yang benar dan tepat guna mempersiapkan energi untuk berpuasa nanti.

Kemudian, Ladies juga disarankan untuk menghindari makan secara berlebihan pada saat berbuka. Momen berbuka bisa di mulai dengan mengganti cairan tubuh yaitu dengan mengkonsumsi air mineral. Usahakan bukan air es, juga hindari es teh atau soda. Karena, jenis minuman tersebut mengandung gula buatan.

Barulah, setelah beberapa menit kemudian, Ladies boleh melanjutkan dengan makan buah segar. Seperti kurma atau buah lainnya. Karena gula alami yang dikandungnya.

"Pascaminum dan makan kurma, lalu boleh dilanjutkan dengan makan makanan yang seimbang. Yaitu karbohidrat,  bisa dengan nasi, jagung, gandum, lalu protein bisa daging atau kacang-kacangan dan tentunya sayuran 2-3 macam sayur berbagai warna," sambungnya.

Untuk minum sendiri, dokter ini mengatakan, bahwa kita tetap harus meminum delapan gelas air putih setiap hari. Waktu meminumnya bisa dibagi menjadi tiga. Yakni, tiga gelas pada saat berbuka, tiga gelas sebelum tidur dan dua gelas saat sahur. Minumlah perlahan atau jangan terburu-buru ya. Kemudian, hindarilah minum kopi selama berpuasa.

Karena pola makan juga berubah selama berpuasa, termasuk pola tidur yang berubah karena sahur, Ladies juga disarankan untuk tidur lebih awal. "Keperluan tidur tubuh tetap sama yaitu 6-8 jam per hari. Karena kita akan bangun untuk sahur sekitar pukul 04-05, maka apabila kita tidur pukul 9 atau 10 malam akan lebih ideal untuk memenuhi waktu tidur yang cukup," terangnya lagi.

Dengan minimnya waktu untuk asupan makanan dan perubahan pola makan serta tidur tadi, lantas mengapa ada dari Ladies justru mengalami kenaikan berat badan selama atau setelah menjalankan ibadah puasa ya?

Menjawabnya, dr Bella mengaku bahwa hal itu memang bisa saja terjadi. Di mana, tubuh justru makin bertambah bobotnya saat tengah menjalankan puasa Ramadan. "Ya, hal itu tentu saja dapat terjadi. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya. Yaitu makan dengan porsinya yang banyak setelah berbuka. Kemudian pemilihan menu pada saat berbuka yang kurang tepat. Semisal di masyarakat banyak beredar ’berbuka lah dengan yang manis’. Tapi, masih banyak orang yang salah penafsiran. Lalu, memilih pisang goreng, es teh manis, minuman berkaleng dan lain sebagainya sebagai menu berbukanya. Juga pemilihan daging merah dengan penyajian yang salah juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat pada saat berbuka. Padahal itu semua mengandung kolesterol dan gula buatan yang memiliki andil dalam peningkatan berat badan. Semua itulah yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan selama menjalankan ibadah puasa," papar dokter satu ini.

Karena itu pula, Ladies disarankan untuk tetap berolahraga selama bulan Ramada. Tapi, tentunya bukan olahraga yang berat ya. Kamu bisa memilih olahraga dengan intensitas rendah-sedang dan jangka waktu yang sedang pula. Seperti jalan cepat, aerobik, bersepeda santai atau pun yoga dengan jangka waktu 30-35 menit.

Ini dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari dengan pemilihan waktu yang tepat yaitu setelah sahur atau menjelang berbuka puasa. Dengan begitu, kebugaran tubuh tetap terjaga. Di sisi lain, lemak yang bandel juga bisa perlahan lenyap dari tubuh.

Nah, sekarang sudah tahu kan, apa saja yang harus Ladies lakukan di bulan Ramadan agar tubuh tetap fit dan anti lemes? Tentunya hindari makan secara berlebihan dan jangan salah artikan berbuka dengan yang manis ya, oke? Selamat mempraktikkan tips dari dokter Bella.(azr)


Editor: Eko Faizin




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com