MASJID BESAR AL-MUTTAQIN

Menjadi Persinggahan Pelancong

Riau | Minggu, 26 Mei 2019 - 12:48 WIB

Menjadi Persinggahan Pelancong
MEGAH: Megahnya Masjid Besar Al-Muttaqin di Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, Pangkalan Kerinci. Foto diambil beberapa hari lalu. (M AMIN AMRAN/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Letaknya yang sangat strategis di Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, membuat Kecamatan Pangkalankerinci sebagai ibu kota Kabupaten Pelalawan, memiliki potensi pengembangan wilayah yang cukup pesat. Salah satu pengembangan yang signifikan adalah dibangunnya masjid megah sebagai sarana ibadah umat muslim di kabupaten yang berjuluk Negeri Seiya Sekata ini.

Bahkan, masjid bernama Masjid Besar Al-Muttaqin memiliki daya tarik sendiri dengan bentuk bangunannya yang menarik ini, juga menjadi salah satu wisata religi dan tempat persinggahan bagi para pelancong atau pelancong, baik untuk menunaikan salat fardu maupun untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Hal yang unik dan menarik lainnya dari masjid tersebut adalah pada proses pembangunannya. Di mana menurut Ketua Pengurus Masjid Besar Al- Muttaqin H Abdul Karim MSi, dana untuk mendirikan Masjid Besar Al-Muttaqin berasal dari salah satu perusahan pabrik kertas terbesar di Indonesia yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Di mana PT RAPP memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Pangkalankerinci. Tak hanya memberi dampak ekonomi, perusahaan ini juga memberikan dampak yang cukup baik terhadap pengembangan ajaran agama Islam dengan membangun berbagai sarana dan prasarana, salah satunya adalah Masjid Besar Al-Mutaqqin yang kini menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Pelalawan.

Masjid Besar Al-Muttaqin ini, berdiri megah di pusat kota tepatnya di sebelah Gedung Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci. Namun, sekarang masjid tersebut telah dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Bangunan Masjid Al-Muttaqin yang diresmikan pada 2000 ini, memiliki ukuran luas dari bangunannya mencapai 2000 meter persegi. Bangunan Masjid Al-Muttaqin berdiri megah di atas lahan seluas 10.000 meter persegi dan dapat menampung jamaah  2.500 orang.

Dilihat dari segi arsitekturnya, Masjid Al-Muttaqin sangat menarik dengan memadukan tiga gaya sekaligus.

‘’Sehingga tak heran jika hasil dari pembangunannya menjadi sebuah bangunan masjid yang begitu megah serta mempesona dan selalu menyita perhatian siapa pun yang melewati masjid tersebut.  Pada bagian menara Masjid Al-Muttaqin sengaja dibuat seperti menara Masjid Nabawi yang berada di Madinah. Namun, ukuran menara Masjid Al-Muttaqin lebih kecil jika dibandingkan dengan menara Masjid Nabawi,’’ ungkapnya.

Selain itu, atap masjidnya pun mengadaptasi dari nusantara yang khas dengan atap bersusun. Kemudian pada ujung tertinggi dari atap tersebut menggunakan kubah bawang yang khas dari Dinasti Mughal India. Itulah berbagai perpaduan dari ketiga gaya yang dimiliki oleh Masjid Al-Muttaqin.

Tak hanya di bagian ujung atap saja, kubah bawang juga ditempatkan di tiga bangunan beranda pada tiga sisi bangunan Masjid Al-Muttaqin. Tapi, ukuran dari kubah tersebut lebih kecil dibandingkan dengan kubah bawang yang berada di bangunan utama masjid. Kubah tersebut pun didominasi dengan warna hijau serta atap masjid dengan pola geometris berwarna hijau muda. Ditambah dengan ke empat menara masjid yang menjulang tinggi berdiri kokoh di masing-masing ke empat penjuru Masjid Al-Muttaqin, namun bukan berupa bangunan terpisah dari bangunan utama.

Keindahan dan kemegahan yang dimiliki oleh Masjid Al-Muttaqin tak hanya dapat dipandangi dari luar saja. Ketika memasuki bagian interior masjid pun nuansa megahnya akan terasa juga. Terbukti dengan kaligrafi di dalam masjid timbul dengan bahan sponhard dengan ketebalan 3 dan 5 mm. Kaligrafi tersebut adalah jenis dari khat kufi dan sulus yang begitu menarik dan mempesona. Bidang-bidang hiasan kaligrafi interior masjid ini meliputi kaligrafi mihrab, kaligrafi mirip gerbang dibagian depan sebelah kiri dan kanan dan hiasan kaligrafi di sekeliling interior masjid bagian atas dengan khat sulus dan kufi dikombinasikan dengan kaligrafi asmaul husna dibagian bawah kaligrafi tersebut. Hiasan kaligrafi tersebut menambah kemegahan di bagian dalam Masjid Al-Muttaqin.

Serta Mimbar masjid yang menggunakan ukiran kayu berwarna putih pun tampil cukup unik dengan atap mimbar yang berbentuk kubah kecil berwarna hijau. Ditambah dengan berbagai ornamen masjid yang menggunakan GRC dengan pola geometris serta warna yang lembut dengan dikombinasikan warna emas sehingga menghasilkan warna yang begitu menarik. Dan karena letaknya yang strategis di sisi jalur lintas Sumatera, maka Masjid Besar Al- Muttaqin telah menjadi salah satu tempat tujuan wisata religi Kabupaten yang terkenal dengan kedahsyatan gelombang bono bagi para pelancong atau wisatawan.(mng)


Editor: Eko Faizin




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook