KESEHATAN

Darah Haid Bau, Benarkah Gejala Kanker Serviks?

Kesehatan | Rabu, 22 Mei 2019 - 15:02 WIB

Darah Haid Bau, Benarkah Gejala Kanker Serviks?
Ilustrasi area kewanitaan. (int)

RIAUPOS.CO - Gejala kanker payudara bisa lebih mudah untuk diraba dan dilihat dengan mata kepala Anda sendiri. Sementara, mengenali kanker serviks tidak semudah itu. Saking sulitnya mendeteksi gejala awal dari kanker serviks, ada juga yang mengatakan bahwa darah haid bau amis merupakan gejala kanker serviks. Benarkah demikian?

Darah haid bau tanda ada kanker?

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, sebenarnya cukup sulit mendeteksi gejala kanker serviks berdasarkan bau darah haid. Sebab, secara umum, darah haid memang berbau amis. Orang yang tidak memiliki indera penciuman sensitif akan sulit membedakan mana bau amis yang normal dan mana yang tidak.

“Tapi biasanya, bau darah haid yang normal itu amisnya itu tidak terlalu. Sedangkan bau darah haid yang tidak normal, amisnya benar-benar sampai menusuk hidung,” kata dr. Fiona.

Dia menambahkan, darah haid yang baunya menusuk tersebut dialami pada penderita kanker serviks yang stadiumnya sudah lanjut, misalnya stadium 2B lanjut.

“Jika kanker serviks masih di stadium awal, tidak ada tanda-khusus dari aroma darah haid,” kata dr. Fiona.

Warna darah haid juga bisa dicurigai

Sementara itu, dikatakan dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, warna darah haid juga bisa menandakan ada sesuatu yang terjadi pada organ reproduksi. Adapun beberapa warna darah yang menandakan adanya kondisi tertentu antara lain:

1. Oranye

Darah berwarna oranye bisa terjadi akibat pencampuran darah haid yang berwarna merah dengan cairan jernih di mulut rahim (serviks). Darah oranye sebenarnya bisa terjadi di awal haid, tapi bisa juga menandakan adanya infeksi menular seksual di daerah vagina atau mulut rahim.

2. Abu-abu

Darah haid yang berwarna abu-abu bukanlah hal yang normal. Salah satu hal yang sering menjadi pemicunya adalah kondisi vaginosis bakterial. Ini adalah jenis keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Gardnerella vaginalis. Pada penyakit ini, gejala lainnya adalah bau yang sangat amis pada cairan vagina.

3. Cokelat kehitaman

Di sisi lain, dr. Fiona juga mengatakan bahwa orang yang menderita kanker serviks biasanya mengeluarkan darah haid yang cokelat kehitaman. Darah haid yang cokelat kehitaman memang biasanya dialami oleh wanita yang masa menstruasinya sudah mau habis.

Namun, jika sedari awal hari menstruasi yang keluar adalah darah yang berwarna itu, Anda perlu waspada. Lebih baik segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala lain kanker serviks yang bisa Anda rasakan Selain masalah bau darah haid dan warnanya, dr. Fiona juga mengatakan bahwa ada sejumlah gejala lain yang sebaiknya lebih Anda perhatikan, yaitu:
Terjadinya perdarahan di luar siklus haid. Perdarahan yang terjadi biasanya berupa flek-flek saja, tidak sebanyak darah haid sungguhan.

4.Terasa nyeri saat berhubungan seks dengan pasangan
Mengalami keputihan yang tidak wajar. Keputihan yang tidak wajar juga disertai dengan flek darah.

Dengan atau tanpa gejala di atas, sebenarnya setiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur. Ini merupakan cara efektif untuk mengenali setiap perubahan yang terjadi pada sel-sel serviks. Dengan mengenali perubahan lebih awal, kecenderungan untuk mengalami kanker serviks tingkat lanjut pun dapat dicegah.

Darah haid bau amis tidak normal memang dapat menjadi tanda adanya gejala kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut, yaitu 2B ke atas. Apabila kondisi itu ditambah warna darah yang berbeda dan flek darah keluar di luar siklus haid, kemungkinan memang ada yang tak beres dengan serviks Anda. Maka segera periksakan diri Anda ke dokter.(HNS/RVS)


Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

    





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook