PASCA PENGEBOMAN 21 APRIL LALU

Ribuan Polisi Amankan Situasi Sri Lanka

Internasional | Jumat, 17 Mei 2019 - 13:19 WIB

Ribuan Polisi Amankan Situasi Sri Lanka

(RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Sri Lanka tak mau lengah. Mereka menempatkan 5.500 polisi tambahan di Provinsi Barat Laut (NWP). Tujuannya, mencegah serangan balasan kepada penduduk muslim pasca pengeboman 21 April lalu. Sebelumnya, jam malam juga diberlakukan untuk mencegah kerusuhan.

”Selama 24 jam terakhir sudah tidak ada insiden kekerasan,” ujar Juru Bicara Militer Sumith Atapattu kemarin (16/5) seperti dikutip AFP.

Dia menambahkan, 112 tersangka yang terlibat serangan balasan kepada penduduk muslim sudah ditangkap. Sangat mungkin jumlahnya bertambah. Sebab, penyelidikan masih dilakukan. Hingga kemarin, akses ke media sosial juga masih dibatasi. Penyebaran berita yang bernada hasutan di media sosial dianggap sebagai salah satu pemicu kericuhan.

Sementara itu, Committee to Protect Journalists (CPJ) menyatakan keresahannya atas keputusan militer untuk mengembalikan Mayor Prabath Bulathwatte sebagai pejabat intelijen. Bulathwatte didapuk untuk membantu memerangi anggota militan jaringan Islamic State (IS) alias ISIS.

CPJ menganggap Bulathwatte adalah ancaman bagi pekerja media. Dia ditangkap pada 2017 karena terlibat serangan terhadap para jurnalis di masa kepemimpinan Mahinda Rajapaksa. Satu jurnalis tewas dan dua lainnya terluka. Bulathwatte baru saja bebas dengan jaminan.

”Penunjukan Bulathwatte sebagai pejabat intelijen menciptakan ancaman baru untuk jurnalis di Sri Lanka,” tegas Koordinator Program Asia CPJ Steven Butler.(sha/c11/dos/jpg)

Laporan JPG, Kolombo

 





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook