Pembacok Angga Serahkan Diri Usai Dinasehati Pihak Keluarga

Kriminal | Kamis, 16 Mei 2019 - 11:05 WIB

Pembacok Angga Serahkan Diri Usai Dinasehati Pihak Keluarga
REKONSTRUKSI: Aparat kepolisian dari Polsek Tampan melakukan rekonstruksi pembacokan Angga yeng terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (15/5/2019). Rekonstruksi dilaksanakan di Mapolsek Tampan.

(RIAUPOS.CO) -- Seorang remaja (anggota geng motor) berinisial SW yang melakukan tawuran dengan teman-temanya hingga membacok almarhum Angga, beberapa waktu lalu menyerahkan diri kepada aparat kepolisian Polsek Tampan.

Hal tersebut dikatakan SW, saat dilakukan rekontruksi yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polsek Tampan beserta pihak terkait lainnya, di halaman belakang Polsek Tampan, Rabu (15/5).

Lebih lanjut dijelaskannya, dirinya menyerahkan diri, setelah keluarganya berkumpul hingga dirinya dinasehati oleh orang tuanya. ‘’Lebih baik nyerahkan diri dari pada dicari, kata keluarga. Setelah itu saya akui lalu saya diantarkan ke kantor polisi,’’ jelasnya.

Wakapolsek Tampan AKP Rudi Nababan didampingi Kanit Reskrim Iptu Aris Gunadi saat diwawancarai mengatakan, dalam rekontruksi tersebut ada 11 adegan yang diperagakan.

‘’Dalam reka ulang kejadian ini, lima tersangka turut kami hadirkan untuk diminta memeragakan adegan,’’ jelasnya.

Dari peragaan adegan itulah terungkap, bahwa Angga diserang menggunakan senjata tajam berkali-kali. Di mana waktu itu korban sempat berusaha kabur hingga masuk ke parit di pinggir jalan. ‘’Setelah tidak berdaya di dalam parit tersebut, sejumlah tersangka menyerangnya dengan senjata tajam,’’ jelasnya lagi.

Waktu itu dari pantauan Riau Pos di lokasi, reka ulang itu bermula dari tersangka SW, remaja yang melukai Angga menggunakan parang, tepat di bagian kaki korban. Waktu itu tersangka memeragakan saat ia membacok kaki korban berkali-kali hingga dilanjutkan tersangka lainnya.

‘’Dalam 11 adegan reka ulang ini diketahui, Angga dilukai bukan hanya oleh SW, melainkan tiga tersangka lainnya yakni KI, RG dan YV menggunakan parang dan egrek,’’ katanya. Bahkan, egrek yang dipakai salah seorang tersangka sempat menancap di punggung korban hingga kembali dicabut tersangka.

Sementara peran satu tersangka lainnya berinisial MK, adalah membonceng rekannya usai menyerang Angga. Hingga pada saat itu MK kemudian membuang egrek itu ke semak-semak. ‘’Setelah rekon baru diketahui, ternyata korban dilukai dengan senjata tajam di bagian kaki, paha, punggung dan lengan,’’ ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa rekontruksi itu untuk melengkapi berkas perkara tersangka ke JPU. Selain itu rekon dilakukan untuk mengetahui korban diserang membabi buta mulai dari adegan ketiga sampai sembilan, hingga korban meninggal dunia.(rnl)


Laporan Sakiman, Pekanbaru



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook