OLEH H SYAMRUDDIN MASUTION - GURU BESAR SEJARAH PERADABAN ISLAM UIN SUSKA RIAU

Menaklukkan Spanyol

Petuah Ramadhan | Kamis, 16 Mei 2019 - 10:14 WIB

Menaklukkan Spanyol

DALAM hidup ini semangat adalah motornya. Tanpa semangat semuanya menjadi hampa belaka. Tanpa semangat tidak ada yang dapat dikerjakan. Hidup melamun dan berangan-angan, hasilnya hanya kehampaan. Sedih nian hidup seperti ini. Tetapi kalau ada semangat hidup, ruang angkasa pun dapat dijelajahi. Gunung Himalaya pun dapat diangkat.

Ternyata bulan Ramadan pun dapat menjadi obor pemberi semangat bagi hati insan yang masih hidup untuk berkarya yang terbaik. Kelak menjadi amal saleh untuk bekal hidup di belakang hari. Di antaranya adalah Musa ibn Nusair, Gubernur Afrika Utara ibu kotanya Maroko di masa khalifah Al-Walid ibn Abdul Malik (705-715M) dari Daulah Umaiyah. Dia bersemangat ingin menyumbangkan karya terbaiknya bagi umat Islam pada bulan suci Ramadan dengan menaklukkan Spanyol. Sehingga penaklukan Spanyol yang disumbangkannya terkenal di antara yang paling sukses dalam sejarah peradaban Islam.

Penaklukan Spanyol pertama terjadi bulan Ramadan 91 H atas permintaan Ratu Yulian (seorang mantan gubernur Raja Roderik penguasa Spanyol) kepada Musa ibn Nusair (gubernur Afrika Utara) untuk menaklukkan Spanyol dan Ratu Yulian bersedia membantu menyiapkan kapal. Penyebabnya karena terjadi konflik antara Ratu Yulian dengan Raja Roderik karena anak gadisnya diperlakukan tidak senonoh oleh Raja Roderik maka Ratu Yulian bersemangat sekali menjatuhkan Raja Roderik.

Tawaran tersebut tidak serta merta diterima Musa ibn Nusair karena takut kalau Ratu Yulian menjebak kaum muslimin untuk datang ke Spanyol kemudian dihancurkan Raja Roderik. Maka Musa ibn Nusair mengirim pasukan penyelidik di bawah pimpinan Tarif ibn Malik pada bulan Ramadan 91 H bersama 500 orang kaum muslimin. Mereka berhasil menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa dengan menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Ratu Yulian.

Ternyata tawaran Ratu Yulian kepada Musa ibn Nusair bukan jebakan tetapi telah terjadi konflik yang sudah memuncak antara Ratu Yulian dengan Raja Roderik. Ratu Yulian benar-benar siap membantu kaum muslimin jika mereka datang menaklukkan Spanyol. Dalam penaklukan pertama ini kaum muslimin sama sekali tidak mendapat perlawanan dari rakyat Spanyol malahan mereka dapat membawa pulang harta ghonimah ke Maroko dalam jumlah yang lumayan banyak.

Berita yang didapatkan Musa ibn Nusair dari Tarif ibn Malik bahwa kondisi sosial, politik, ekonomi dan keagamaan masyarakat Spanyol di bawah kekuasaan Raja Roderik sangat rapuh dan menyedihkan. Kondisi sosial, masyarakat melarat, tertindas, dan ketiadaan persamaan hak. Kondisi politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Kondisi ekonomi, upah minimum regional di bawah standar, rakyat dipaksa membayar pajak dalam jumlah besar, sementara penguasa hidup berpoya-poya di Istana. Kondisi keagamaan, penguasa Ghathia tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa, yatu aliran Monofisit.

Atas laporan yang diberikan Tarif ibn Malik kepada Musa ibn Nusair membangkitkan semangat Musa untuk menaklukkan dan membebaskan rakyat Spanyol dari penderitaan mereka yang tertindas selama ini dengan mengirim kembali pasukan kaum muslimin ke Spanyol pada bulan Ramadan 92 H di bawah komando Thariq ibn Ziyad bersama 7.000 orang. Mendengarkan hal itu, Raja Roderik mempersiapkan 100.000 orang terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang yang selama ini ditindas oleh Raja Roderik.

Demi mendengar pasukan Raja Roderik mencapai ratusaan ribu orang maka Thariq ibn Ziyad meminta bantuan pasukan tambahan kepada Musa ibn Nusair dan dikirim Musa ibn Nusair pasukan tambahan sebanyak 5.000 orang sehingga pasukan Islam berjumlah 12.000 Orang.

Sebelum memulai pertempuran Thariq ibn Ziyad berpidato di hadapan para sahabatnya dan memberi semangat kepada mereka agar berjihad di jalan Allah. Dalam pertempuran di suatu tempat bernama Wadi Bakkah, Raja Roderiq dapat diserang dan dipukul dengan pedang Thariq dan mati terbunuh dan pasukannya dikalahkan. Pasukan Islam memperoleh kemenangan yang sangat gemilang. Peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadan 92 Hijrah.

Tidak tertahan lagi hati Musa ibn Nusair mendengarkan berita kemenangan ini maka dia berangkat dengan pasukan besar menyeberangi selat pada tahun 93 H dan satu persatu kota yang dilalui mereka dapat ditaklukkan. Dia dan pasukannya bergabung dengan pasukan Thariq di Toledo. Selanjutnya kedua pasukan itu berhasil menguasai kota-kota penting di Spanyol.

Ternyata semangat Ramadan umat Islam dulu tidak sedikit pun mundur dalam  berkarya. Terbukti mereka berhasil mengukir sejarah gemilang dan sukses dalam penaklukan Spanyol. Cukuplah mereka menjadi contoh bagi kita untuk tetap semangat bekerja di bulan Ramadan!***




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook