Menunggu Waktu Berbuka Puasa di Taman Hutan Unri

Pekanbaru | Kamis, 16 Mei 2019 - 13:06 WIB

Menunggu Waktu Berbuka Puasa di Taman Hutan Unri
TAMAN HUTAN UNRI: Menunggu waktu berbuka puasa di Taman Hutan Unri Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Rabu (15/5/2019). (JOKO SUSILO/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kicauan burung menyapa kedatangan Pahmi dan keluarga, Rabu (15/5) siang. Beberapa jenis burung dapat dijumpai di taman hutan Universitas Riau (Unri). Seperti burung kutilang yang memiliki corak warna coklat kelabu pada bulunya. Jambul berwarna hitam di kepala burung dan sedikit berwarna kuning pada bulu dekat ekor.

Burung jenis lainnya yang bisa dijumpai diantara burung kapas kapas, burung madu yang memiliki paruh panjang. Burung madu ini memiliki bentuk ukuran mungil. Berbulu sedikit berwarna cerah dan gemar menghisap madu pada kelopak bunga.

Selain itu burung tersebut juga makan serangga kecil. Burung perkutut dan burung balam juga senang bermain di taman itu. Berbagai jenis pohon tumbuh lebat. Pohon jati tumbu tersusun rapi seperti sedang berbaris. Berjejer sejenis pohon beringin yang memiliki akar menjuntai. Pohon karet dan masih banyak jenis tanaman lainnya yang tumbu rindang di taman itu.

“Rasanya seperti berada di hutan di alam liar. Pepohonan berlapis, indah dan asri,” ungkap Pahmi seraya memghisap udara segar di taman yang berada di Jalan Soebrantas tersebut.

Hamparan rumput hijau subur dan suara binatang serangga menamba kesan alam yang mempesona. Wisata alam memang bukan hanya favorit Pahmi dan keluarganya itu. Masih ada beberapa orang yang lebih dulu tiba di taman tersebut.
Jika Pahmi dan keluarganya ingin menikmati kesan alam, mengingatkan mereka saat masih menjadi mahasiswa yang mempuyai hobi camping di hutan tropis di alam liar. Tidak begitu Deri dan keluarganya yang saat itu lebih dulu tiba di taman itu. Ia ingin mengajak anak anaknya di taman tersebut.

Sebab anaknya memang sering bermain di taman UNRI tersebut. Sebab di dalam taman juha dilengkapi dengan fasilitas permainan hiburan. Seperti permainan ayunan, perosotan dan main tali temali untuk ketangkasan serta masih ada permainan lainnya. Permainan perosotan dan ayunan yang paling digemari anak anak. Anak anak berkumpul menunggu giliran untuk bermain kedua permainan tersebut.

“Selain menikmati hutan alam, juga ada berbagai permainan untuk anak anak,” tambah Deri. Sementara anak anak bermain dan berlarian, para orang tua bisa duduk di kursi yang ada di bawah pohon rindang. Semilir angin dan segarnya udara bisa mengantar tidur para pengunjung yang mengantuk.

Kebersihan taman juga sangat terjaga. Setiap hari petugas membersihkan dan mengangkat sampah non organik dari tong sampah yang disiapkan. Sedangkan sampah non organik seperti dedauan yang telah gugur dibiarkan di bawa pohon. Bisa menjadi pupuk organik yang rama lingkungan.

Pengunjung bertamba ramai berkunjung di taman ini, saat di akhir pekan dan libur nasional. Di bulan puasa seperti sekarang pengunjungnya juga cukup ramai. Mereka ingin ngadem dan menunggu waktu berbuka puasa.(ilo)


Editor: Eko Faizin



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook