PASCAKERUSUHAN NAPI

Tak Diberitahu, Keluarga Makin Khawatir

Feature | Minggu, 12 Mei 2019 - 11:53 WIB

Tak Diberitahu, Keluarga Makin Khawatir
PUING BANGUNAN: Sejumlah tahanan berada di dalam ruangan di dekat puing bangunan rutan yang hangus terbakar pasca kerusuhan di Rutan Kelas II B Siak, Sabtu (11/5/2019). (MHD AKHWAN/RIAUPOS)

Siak mencekam menjelang waktu santap sahur tiba di hari terakhir pekan pertama Ramadan. Suara letusan dan api membumbung tinggi. Ya, kerusuhan tengah terjadi di Rutan kelas IIB Siak Sri Indrapura, Riau. Kondisi semakin tak terkendali sekitar pukul 01:00 WIB.

Laporan Eka Gusmadi Putra, Siak Sri Indrapura

RATUSAN napi dievakuasi menggunakan bus. Satu per satu masuk dengan tangan diborgol. Tak sedikit pula keluarga yang melihat dari kejauhan. Lambaian tangan diiringi tangis haru penuh tanya jadi pemandangan Sabtu (11/5) pagi, setelah kerusuhan di Rutan Klas IIB Siak Sri Indrapura, dinihari kemarin.

Saidah membawa anaknya. Bersama ratusan keluarga warga binaan lainnya tampak berjejer di pagar luar Rutan. Wajah waswas terlihat di muka mereka. Kabar tidak ada korban jiwa tampak membuat beberapa wajah sedikit terhibur. Meskipun tak sedikit pula yang meraung karena belum bisa melihat keluarganya.

Saidah berlari. Ia berhasil menerobos barikade polisi yang berjaga dan memeluk sang suami jelang naik bus. Satu dari 648 warga binaan Rutan Klas IIB Siak Sri Indrapura. Di mana seluruhnya dievakuasi ke beberapa lokasi. Rutan dan Lapas di Pekanbaru, Bangkinang, Rengat dan Bengkalis.

“Saya ke Bangkinang,” usai suami Saidah dan tak lama berpelukan dan mencium sang anak, kemudian petugas kepolisian mengingatkan supaya harus menuju kendaraan.

Terdata, dari total napi di rutan, 615 di antaranya berhasil dievakuasi ke beberapa lokasi. Menggunakan bus besar dikawal ketat kepolisian. Sementara 15-an orang lagi berhasil kabur hingga Sabtu malam. Kemudian satu napi dirawat di RSUD dan delapan lainnya diperiksa di Polres Siak. Ratusan napi keluar dari TKP membawa barang masing-masing. Ada yang membungkus pakaian dengan kain sarung. Tidak bersendal, berjalan pelan menghindari pecahan kaya dan puing-puing sisa kebakaran.***

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos


Editor: Eko Faizin



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook