Masjid Al-Ikhlas Kedatangan Imam Besar Masjid Gaza Palestina

Advertorial | Sabtu, 11 Mei 2019 - 09:48 WIB

KOTA (RIAUPOS.CO) -- Imam Besar Masjid Al Umary Gaza, dan Anggota Asosiasi Ulama Palestina Syeikh Dr Hosam Taofeq An Nafar sambangi Masjid Al Ikhlas Jalan Karya Pekanbaru, usai Salat Isya, Kamis (9/5).

Sebelum Salat Tarawih, Syeikh Hosam menyampaikan dalam bahasa Arab dibantu penerjemah tentang kondisi Palestina saat ini. Warga Palestina kini menjalankan ibadah di bulan puasa ditemani dengan bombardir peluru dari Israel.

Hosam menjelaskan bahwa Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis memiliki kedudukan utama dalam agama Islam, dan telah dijelaskan baik melalui hadis Rasulullah maupun Alquran. Hosam mengatakan jika Baitul Maqdis adalah tempat di mana masjid kedua yang dibangun di bumi ialah Masjidil Aqsa.

“Abu Dzar al Ghifari pernah bertanya kepada Rasulullah, masjid apa yang dibangun pertama. Rasul menjawab Masjidil Haram, kemudian Masjidil Aqsa,” kata Hosam dengan bahasa Arab yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah.

Dalam sebuah hadis telah ditegaskan jika Nabi Muhammad menekankan jika Masjidil Aqsa adalah masjid suci umat Islam. Hosam mengatakan jika dalam hadis tersebut Rasul mengatakan untuk tidak bersusah payah ke masjid kecuali tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa.

“Ada tiga masjid suci umat Islam dianjurkan untuk mengunjunginya dan berpahala besar,” tutur Hosam.

Hal tersebut menunjukkan jika Masjidil Aqsa memiliki kedudukan penting bagi umat Islam. Selain hadis di dalam Alquran menunjukkan bahwa Baitul Maqdis dan Palestina itu diberkahi. Hosam juga menyampaikan jika di hari kiamat nanti manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar yang merupakan Baitul Maqdis. “Mahsyar itu Baitul Maqdis yang berada di Palestina,” terang Hosam.

Tapi saat ini Baitul Maqdis dan Palestina jatuh di tangan Israel. Orang-orang Israel melakukan berbagai kerusakan di Masjidil Aqsa, menjadikannya negeri Yahudi. “Mereka tak hanya merusak tapi mengusir umat Islam, menghancurkan Palestina. Masjidil Aqsa dalam kondisi bahaya,” ujar Hosam lagi.

Kendati demikian, Hosam menceritakan, masyarakat Palestina masih tetap bertahan di bawah tekanan Israel, di antara reruntuhan bangunan demi menjaga warisan Islam hingga titik darah penghabisan.

“Orang Palestina akan menjaga warisan sampai titik penghabisan. Senantiasa terus dan tidak gentar dengan Israel,” tambah Hosam.

Hosam juga menampilkan video dokumenter tentang penjajahan Israel serta perjuangan Palestina.(*2)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook