Inilah Penyebab Sakit Perut Usai Berbuka

Kesehatan | Kamis, 09 Mei 2019 - 09:50 WIB

Inilah Penyebab Sakit Perut Usai Berbuka
Dokter Ivon Nafriti Gemiyani.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Saat berbuka puasa, tak jarang begitu banyak makanan terhidang di meja makan. Setelah azan magrib berkumandang, serta-merta sebagian orang langsung menyantap makanan  saat berbuka dengan terburu-buru.

Tanpa sadar, hal tersebut menjadi pemicu munculnya sakit perut yang terjadi selain ditimbulkan oleh maag. Hal ini diungkapkan oleh dr Ivon Nafriti Gemiyani. Menurutnya makanan yang masuk ke dalam perut bisa menimbulkan rasa sakit bukan karena makanannya, tatapi karena pola makan. “Bukan makanan yang menyebabkan sakit perut, tapi karena pola makan,” ujarnya.

Ivon menjelaskan, sebelum berbuka puasa, lambung diibaratkan berada dalam kondisi kosong, ketika makanan masuk maka lambung akan terkejut dan menimbulkan rasa sakit perut. Hal yang harus dilakukan saat berbuka adalah memulai dengan meminum segelas air putih. Setelah itu Ivon menuturkan, untuk memakan buah-buahan terlebih dahulu dan memberikan jeda untuk beberapa saat sebelum akhirnya mengisi perut lagi.

“Jadi setelah makan buah atau makanan, beri jeda sedikit biar makanan itu turun dulu, jangan terburu-buru,” kata Ivon.

Selain itu, dengan meminum air terlebih dahulu, Ivon menuturkan jika otak akan memberikan respon bahwa sebagian lambung telah terisi. “Jadi setelah minum air lalu makan, lambung tidak akan kalap menerima makanan yang masuk,” tuturnya.

Ivon menyarankan, ketika berbuka puasa sebaiknya mengisi dengan makanan yang mengandung protein, karbohidrat dan vitamin. Seperti nasi putih, nasi merah, daging, tahu dan lain-lain. Ia juga menyampaikan untuk mengurangi minum minuman bersoda dan kopi.

Sedangkan, untuk makanan berminyak seperti gorengan, tidak dilarang saat berbuka. Hanya saja harus menggunakan pola yang sesuai. “Tak apa-apa makan gorengan, asal diurutkan dulu, minum air putih dulu dan jangan terburu-buru,” kata Ivon.

Untuk bisa menjalani hari dengan segar dan bugar, Ivon mengungkapkan, agar tidak meminum kopi saat sahur karena kopi bisa menjadi penyebab utama dehidrasi. Sedangkan makanan yang baik untuk sahur adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks serta protein yang mencukupi. “Seperti nasi merah, kentang, jangung itu karbohidrat kompleks, kalau nasi putih itu karbohidrat simpel jadi pembakarannya cepat,” ucapnya.

Ivon juga mengatakan agar puasa tetap bugar, antara waktu berbuka hingga sahur, untuk dapat mengkonsumsi delapan gelas air putih setiap malam saat berpuasa.(*2)


Editor: Eko Faizin



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook