Harga Bawang Putih Rp80 Ribu per Kg Pedagang dan Pengecer Mengeluh

Ekonomi-Bisnis | Senin, 06 Mei 2019 - 14:55 WIB

DURI (RIAU POS.CO) -- Harga bawang putih di pasar Duri terus saja melambung. Harga eceran per kilogram mencapai angka Rp80.000 pada Ahad (5/5) pagi. Kontan saja muncul keluhan, baik dari pengecer apalagi konsumen.

“Harga modal saya Rp72.000 per kilo. Terpaksa dijual Rp80.000 per kilonya,” kata Dedi Irwan, seorang pengecer di pinggir Jalan Dewi Sartika, pasar Duri Barat.

Menurut dia, pasokan bawang putih memang sangat terbatas dalam beberapa waktu terakhir ini. Apa penyebabnya, dia mengaku tidak tahu sama sekali.

“Bawang putih ini impor. Entah sedikit masuk atau ada yang sengaja menimbunnya sehingga pasokan untuk konsumen terbatas, saya tak paham. Yang jelas tadi pagi saya hanya bisa ambil 10 kilo saja untuk memenuhi keperluan pelanggan,” tambah dia.

Diakui Iwan, lonjakan harga bawang putih telah terjadi sejak beberapa pekan belakangan. Semakin dekat bulan Ramadan, harganya terus-terusan naik. Awal pekan ini, harganya berkisar antara Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram.

“Sebelumnya, harga eceran normal bawang putih hanya di kisaran angka Rp20.000 saja. Tapi dalam beberapa hari terakhir, lonjakan harganya benar-benar melambung. Peran pemerintah untuk menstabilkan harga tak pernah tampak hingga kini. Itu sangat diharapkan masyarakat,” imbuh Iwan.
Pedagang saja mengeluh, apalagi para konsumen. Hal itu tak bisa disembunyikan. Terutama di kalangan ibu-ibu. Banyak dari mereka yang mengeluh dan menggerutu.

Di antaranya Arni, seorang ibu rumah tangga. Dia mengaku tak habis pikir, kenapa di saat-saat tertentu harga keperluan pokok untuk rakyat selalu saja melonjak.

“Contohnya saat ini ketika umat Islam hendak menunaikan ibadah puasa. Harga-harga melambung. Apakah karena pasokan atau impor yang terbatas, atau ada pula pihak yang sengaja melakukan spekulasi sehingga harga melonjak tajam,” ujarnya. Tak hanya harga bawang putih yang melambung, menurut dia, hampir semua bahan keperluan pokok lain juga naik.

Menurut Arni, kestabilan harga bahan pokok inilah yang sebetulnya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sebab ini, menurut dia, berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak.(jrr)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook