JELITA - UCI DWI JAYATI

Ahli Kontes Debat, Multitalenta

Perempuan | Minggu, 05 Mei 2019 - 11:16 WIB

Ahli Kontes Debat, Multitalenta

(RIAUPOS.CO) -- Kerap disapa Uci, seorang dara asal Kuantan Singingi ini sering menghasilkan prestasi gemilang pada lomba-lomba debat. Baik kontes debat berbahasa Inggris maupun Indonesia. Ia menyebutkan bahwa, debat merupakan sebuah cara seru untuk memahami suatu isu. Ia ingin mengemukakan pendapatnya terhadap sebuah isu dan memosisikan diri di segala situasi tanpa menuliskannya.

Setelah bertahun-tahun menekuni dunia ini, Uci sendiri menemukan berbagai suka dan duka.

“Sukanya adalah aku bisa mengemukakan pendapat aku dengan cara yang lebih menarik, mempertajam analisaku. Aku juga bisa jalan-jalan ke berbagai daerah di Indonesia. Pastinya, aku berkesempatan bertemu orang banyak dengan latar belakang suku, agama, ras dan budaya yang berbeda. Perihal duka, adalah ketika rasanya sudah mengemukakan pendapat dengan baik dan benar. Akan tetapi juri menyebutkan bahwa pendapat kita salah. Sedih juga waktu rasanya kita sudah mempunyai argumentasi yang relevan dengan mosi akan tetapi belum dielaborasi dengan sempurna. Itu aja sih mengenai duka,’’ paparnya.

Selain memiliki track record yang sangat baik dalam bidang kontes debat, Uci juga kerap kali mengikuti lomba lainnya, seperti pidato, puisi, MTQ cabang Syarhil Quran dan lainnya. Bahkan, ketika SMA dia pernah mengikuti O2SN cabang olahraga Catur. Selain itu, gadis manis ini juga kerap kali didaulat menjadi MC dalam beberapa acara. Iapun mengikuti beberapa organisasi seperti FISIP Scientific Club.

Oleh sebab itu, Uci dapat dikatakan produktif dalam tiga hal, yakni, kuliah, lomba dan organisasi. Ia menyebutkan bahwa cara menyeimbangkan ketiga kegiatan tergantung pada dua hal. Pertama ialah skala prioritas. Kedua ialah manajemen waktu.

“Prioritas utamaku di sini ialah berkuliah. Kalau ada acara lomba atau organisasi aku sebisa mungkin memanfaatkan waktu kosong di luar jam pelajaran aku. Kecuali kalau aku dan tim mengikuti lomba nasional, gapapa deh ambil absen satu. Karna kemungkinan lolos juga lebih kecil daripada lolos lomba di sekitaran Pekanbaru, jadi sayang kalau disia-siakan. Waktu itu, aku dan timku, Clover, mengikuti lomba debat tingkat nasional di Yogyakarta (Polgovdays 2018, red) pada waktu kuliah. Bersyukur banget,” ujarnya sumringah.

Uci juga menyebutkan harapannya kedepannya. Untuk kuliah ia berharap semoga kuliahnya tetap terus lancar. Untuk organisasi, terutama divisi yang dipimpinnya, Divisi Debat FSC, membawa prestasi yang gemilang. Ia ingin dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya menjadi sukses. Untuk debat, ia berharap dengan bersama timnya, Clover, ia dapat terus menjelajahi Indonesia dan bertemu dengan banyak orang serta tentunya menorehkan catatan prestasi yang baik.

Uci kemudian bercerita bahwa ia sebenarnya tidak mau berkuliah di Universitas Riau. Akan tetapi, ia memiliki beberapa cara untuk membuatnya terus bertahan dan bahkan kini mencintai lingkungannya. “Jujur, awalnya aku gak pengen kuliah di Riau, tapi orang tua aku hanya membolehkan aku kuliah di Universitas Riau. Prinsip aku adalah, supaya aku bisa bertahan di lingkungan tersebut, maka aku butuh satu alasan yang buat aku bisa bertahan,’’ sambungnya.

 Oleh sebab itu, memilih jurusan HI karena aku memang tertarik dengan HI. Selain itu, Uci pun mencari orang-orang tepat sebagai teman dekatku. Kemudian, untuk melanjutkan apa yang sudah ia dalami sedari SMA, yakni kontes debat, ia memutuskan untuk mengikuti lomba-lomba debat.

‘‘Akhirnya aku bertemu dengan Gaby dan Dinda dan kami membentuk sebuah tim yang diberi nama ‘Clover’. Jujur timku adalah tim yang solid. Walaupun di beberapa pertandingan kami masih belum menang, tapi aku percaya aku bakalan bisa survive bersama dengan mereka. Dengan prinsip yang seperti itu, aku jadi mencintai kuliahku dan mempunyai target dalam segala bidang,’’terangnya lagi.

Gadis berhijab ini membuktikan, bahwa untuk menjadi sosok yang berprestasi, penampilan dan kecantikkan fisik saja tidak cukup. Iner beauty, talenta dan kecerdasanlah yang menjadi dasar utama serta modal bagi perempuan untuk maju berprestasi. (d/azr)





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook