Para Tokoh Diskusikan Posisi Kebudayaan Melayu Riau 2020-2045

Kebudayaan | Jumat, 26 April 2019 - 16:54 WIB

Para Tokoh Diskusikan Posisi Kebudayaan Melayu Riau 2020-2045
Kazzaini Ks.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Yayasan Sagang Riau akan menggelar Dialog Kebudayaan pada 29 April mendatang. Kegiatan yang dilaksanakan sehari penuh di Gedung Serindit Gubernuran Jalan Diponegoro ini menghadirkan pakar-pakar kebudayaan dari berbagai negara. Antara lain, Malaysia, Singapura, Thailand, Bruneidarussalam, Vietnam dan Indonesia. Peserta yang bakal hadir juga tokoh-tokoh budaywan dan sastrawan Riau serta Kepulauan Riau.

Dialog Kebudayaan ini mengusung tema ‘’Menimbang Posisi Kebudayaan Melayu dalam Kemajuan Riau ke Depan’’. Para pakar yang akan berbicara dan berasal dari negara jiran itu antara lain, Ass Prof Dr Phaosan Jahwae dari Universitas Fatoni Thailand, Prof Dr Datuk Zainal Kling dari Malay Rulers Chair UITM Malaysia dan Dr Azhar Ibrahim dari Malay Studies  Universitas Nasional Singapura. Selain para pakar dari luar negeri ini, juga akan hadir pakar dan budayawan Melayu dari Riau serta mereka yang melahirkan visi misi kebudayaan Riau 2020 dan kemudian diperpanjang hingga 2025.

Dialog kebudayaan ini didukung Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSI. Ketua Yayasan Sagang,  Kazzaini Ks bersama tim telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Syamsuar untuk menyukseskan kegiatan ini. Bahkan, Syamsuar sendiri yang menentukan tanggal  pelaksanaan serta membatalkan beberapa agenda untuk bisa hadir dalam kegiatan tersebut. Ia telah menyatakan hadir, membuka dialog serta menyampaikan pemikiran serta harapan besarnya tentang kebudayaan Melayu dalam membangun Riau ke depan di hadapan para pakar dan seluruh undangan nantinya.

‘’Kami memang sedang menggali dan terus menghimpun berbagai masukan serta pemikiran-pemikiran dari banyak pihak untuk kebudayaan untuk membangun Riau lebih baik nantinya. Dialog kebudayaan seperti ini salah satunya, apalagi yang hadir para pakar. Saya berterimakasih kepada Yayasan Sagang yang menggagas kegiatan ini. Kami akan membantu sesuai dengan kemampuan yang kami bisa,’’ ungkap Syamsuar saat bertemu dengan Kazzaini Ks dan tim dua hari lalu.

Kazzaini menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pandangan dan masukan kepada pemerintah provinsi Riau untuk kemajuan kebudayaan Riau ke depan. Bahkan, hasil dari dialog tersebut diharapkan menjadi salah satu acuan atau landasan bagi pemerintah dalam menyusun rencana besar (grand design) kebudayaan Riau hingga 2045. Nara sumber yang hadir juga akan mengevaluasi visi misi kebudayaan Riau yang sudah berjalan dan akan berakhir pada 2025 mendatang.

‘’Mengapa hingga 2045 dan bukan 2050, karena kita ingin mengambil semangat 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Dari para pakar yang berdialog nanti diharapkan bisa melahirkan pemikiran-pemikiran besar yang menjadi landasan pemerintah Riau dalam menyusun rencana pembangunan kebudayaan untuk kemajuan Riau nanti. Hal ini diawali dengan evaluasi visi misi Riau yang sudah hampir sampai di penghujung tahun lalu meneroka seperti apa posisi kebudayaan Melayu Riau dalam pembangunan Riau ke depan,’’ jelas Kazzaini Ks lagi.(kun)


Editor: Eko Faizin





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook