NASABAH PROTES KE KANTOR ASURANSI

Pembayaran Klaim Tak Kunjung Jelas

Advertorial | Jumat, 26 April 2019 - 13:09 WIB

Pembayaran Klaim Tak Kunjung Jelas
NASABAH: Sejumlah nasabah datangi Kantor Asuransi Bumiputera Cabang Duri, Kamis (25/4/2019) petang.

DURI (RIAUPOS.CO) -- Ester Tioman boru Manurung merupakan satu di antara nasabah yang meradang. Kontrak asuransinya habis Juli 2018. Namun pengajuan klaim (setelah dihitung senilai Rp7.131.918) baru ia lakukan pada 28 Desember 2018 lalu.

Meski sudah hampir empat bulan sejak tanggal pengajuan, hingga kemarin, Ester mengaku belum juga mendapat kepastian kapan dananya cair. Menurutnya, pihak Kantor Cabang Duri pun tak bisa memberikan kepastian yang ia minta.

Ia pun sempat dihubungkan oleh staf kantor Duri dengan kepala Bumiputera Wilayah Riau Deslo Ritzu siang kemarin. Juga belum dapat kepastian yang ditunggu.

"Ketidakpastian ini tidak bisa saya tolerir. Saya akan segera mendatangi Kantor Pusat Bumiputera di Jakarta. Sebelum ke Jakarta, saya akan singgah dulu di Kantor Wilayah Pekanbaru," tegas Ester.

Ia juga mengakum, tak hanya dirinya, dua anaknya pun dia ikutkan sebagai nasabah. Tujuannya sejak awal adalah untuk persiapan biaya pendidikan sang anak.

Namun saat ia sangat memerlukan dana itu, klaim tak kunjung jelas kapan cairnya. "Saya sangat mengharapkan dana asuransi ini untuk biaya masuk anak saya di SMA swasta. Biayanya tidak sedikit. Namun begini pula kenyataan yang harus kami hadapi," tambahnya.

Tidak pastinya pencairan klaim di asuransi Bumiputera juga membuat Ester merasa malu dengan keluarga dan saudara-saudaranya. Juga dengan guru-guru di sekolahnya.

"Lima saudara saya, saya ajak bergabung jadi nasabah. Begitu pula 15 guru di Yayasan Pendidikan Immanuel. Saya mengajak mereka secara sukarela karena percaya dengan asuransi ini. Saya tak dapat fee dari asuransi walau sepersen. Kini saya merasa malu dengan mereka. Sebab klaim saya sendiri tak kunjung jelas kapan cairnya," ucap Ester yang sehari-hari juga dipercaya sebagai pengurus harian di Yayasan Pendidikan Immanuel, Sebanga Duri ini.

Terkait keluhan dari nasabah, Kepala Cabang Asuransi Bumiputera Duri Muhajir yang siang kemarin lagi keluar kantor tak bisa dimintai keterangan.

Stafnya di bagian administrasi, Apriliani Moriza mengakui bahwa pengajuan klaim nasabah atas nama Ester Tioman yang diajukan pada 28 Desember 2018 sudah diproses sebagaimana mestinya.

Hanya saja, menurutnya, wewenang Kantor Cabang Duri hanya sebatas urusan administrasi saja. Sementara pencairan dana bersifat terpusat.

"Kami (hanya diberi wewenang) menerima klaim nasabah yang habis kontrak. Berkasnya kami terima. Lalu diajukan lewat aplikasi sampai persetujuannya lengkap. Untuk Bu Tioman, persetujuannya sudah lengkap. Kepala Bagian Keuangan kami di Duri, Bu Rina juga sudah mengajukan permintaan jadwal untuk pembayaran ke departemen keuangan. Kapan kepastiannya, kami belum dapat kabar," ujar April.

Senada dengan itu, Staf Administrasi Bumiputera Duri Hendra Sahar juga mengemukakan alasan serupa. Ia juga menunjukkan berkas pengajuan klaim atas nama Tioman yang telah disetujui oleh departemen klaim pada 7 Januari 2019 lalu.

"Saya lihat secara sistem, para pejabat berwenang dalam bidang administrasi sudah menyetujuinya. Tinggal kewajiban Departemen Keuangan untuk membayarkan," imbuh Hendra.(ade)

(Laporan SYUKRI DATASAN, Duri)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook