KURANGI PERWAKILAN PEMERINTAH

Kepemimpinan PT Garuda Indonesia Dirombak

Ekonomi-Bisnis | Kamis, 25 April 2019 - 17:11 WIB

Kepemimpinan PT Garuda Indonesia Dirombak
Ilustrasi: maskapai penerbangan Garuda Indonesia (jpnn.com)


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jajaran direksi dan komisaris PT Aneka Tambang Tbk dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dirombak.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan hal itu untuk mengoptimalkan kinerja dua perusahaan pelat merah tersebut.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), pemerintah mengganti dua komisaris Antam, yakni Bambang Gatot Ariyono dan Robert A. Simanjuntak.

Masa jabatan Robert resmi berakhir pada 26 Maret. Sementara itu, Bambang masih menjabat direktur jenderal mineral dan batu bara Kementerian ESDM. Kini dua jabatan tersebut digantikan Dadan Kusdiana dan Arif Baharudin.

”Ada dua komisaris baru. Yang pertama dari Kementerian ESDM Balitbang. Yang kedua Pak Arif dari Kemenkeu,” ujar Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo, Rabu (24/4).

Antam merombak jajaran direksi. Hari Widjajanto menuntaskan jabatannya sebagai direktur operasi pada Maret lalu.

Sementara itu, dua direktur lain diberhentikan dengan hormat. Keduanya adalah Direktur Human Capital & CSR Johan N.B. Nabahan dan Direktur Pemasaran Tatang Hendra.

Kemarin pemerintah juga merombak kepemimpinan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam RUPST disebutkan bahwa I Wayan Susena dan Nicodemus Panarung Lampe tidak lagi menjabat direktur teknik dan direktur layanan.

Dua direktorat itu kini berubah menjadi direktorat teknik dan layanan. Pemimpin barunya adalah Iwan Joeniarto. Sebelumnya, Iwan menjabat direktur utama PT GMF Aero Asia.

Garuda Indonesia juga mengubah komposisi dewan komisaris. Agus Santoso tidak lagi menjabat komisaris utama atau komisaris independen. Penggantinya adalah Sahala Lumban Gaol sebagai komisaris utama.

Sementara itu, posisi komisaris independen dijabat Herbert Timbo P. Siahaan, Insmerda Lebang, Eddy Porwanto Poo, dan Chairal Tanjung. Selain itu, ada Dony Oskaria, Muzaffar Ismail, dan Luky Alfirman sebagai komisaris.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan bahwa Garuda Indonesia memerlukan perampingan.

”Perwakilan pemerintah dikurangi,” ucapnya.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengatakan, sejalan dengan dinamika industri penerbangan yang semakin kompetitif, akselerasi bisnis perusahaan harus turut dikembangkan.

”Struktur manajemen baru tersebut diharapkan mendukung akselerasi bisnis,” imbuhnya. (vir/c6/hep)


Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook