PERBAIKAN JALAN SOEKARNO-HATTA YANG AMBLAS

Pemerintah Dinilai Tidak Serius

Pekanbaru | Rabu, 24 April 2019 - 13:56 WIB

KOTA (RIAUPOS.CO) -- Wahyu, warga Jalan HR Soebrantas Panam mengeluhkan perbaikan jalan rusak/amblas di Jalan Soekarno-Hatta. Dia menilai pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau tidak serius dalam melakukan perbaikan. 

Pasalnya, menurut Wahyu, selain pengerjaan perbaikannya memerlukan waktu yang lama, hasilnya pun seperti asal jadi. ‘’Ini, pemerintah serius atau tidak melakukan perbaikannya. Sudahlah pengerjaan perbaikannya lama, sampai saat ini pun masih terlihat berlubang. Bekas timbunannya digenani air,’’ ujarnya kepada Riau Pos, Selasa (23/4).

Ia mengungkapkan, tidak tahu pasti apakah ini sudah selesai dilakukan perbaikan atau belum. ‘’Memang sudah dipasang gorong-gorongnya. Terlihat sudah ditimbun dengan menggunakan tanah kuning. Tapi saya tidak tau apakah perbaikannya seperti ini, diaspal atau tidak. Seperti tidak serius saja melakukan perbaikan,’’ ungkapnya.

Lanjutnya, kalau pemerintah serius mengapa perbaikannya lama sekali dan tidak dilakukan pengaspalan secepatnya. ‘’Saya lihat bekas timbunan tanahnya berlubang dan digenangi air. Kendaraan tidak ada yang berani melintas di tengah. Pengendara tetap saja lewat di tepi jalan. Saya berharap agar pemerintah bisa mengaspalnya dan segera bisa dilewati pengendara. Jangan dibiarkan seperti ini,’’ terangnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Riau Yunan Haris menjelaskan, jalan segaja ditimbun dengan tanah kuning agar lebih padat lagi. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan.
‘’Pokoknya secepatnya kami lakukan pengaspalan. Dalam waktu dekat juga kami akan segara melakukan perbaikan jalan rusak di Pekanbaru. Dalam satu atau dua hari ini sudah dilakukan penandatanganan lelang,’’ terangnya. 

Pantauan Riau Pos, Selasa (23/4), terlihat bekas jalan rusak/amblas di Jalan Soekarno-Hatta (tak jauh dari Eco Green) sudah rampung pengerjaannya. Gorong-gorong beton sudah dipasang, bahkan sudah dilakukan penimbunan dengan menggunakan tanah kuning. Namun, bekas timbunan tanah kuning terlihat berlubang dan digenangi air di badan jalan. Pengendara masih tetap lewat di pinggir jalan karena tengah badan jalan digenangi air.(rnl)

(Laporan DoFi Iskandar, Kota)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook