MENYALAHI ATURAN SEBAGAI PEMANTAU PEMILU

Diminta Bawaslu, Situs www.jurdil2019.org Sudah Diblokir

Riau | Rabu, 24 April 2019 - 01:18 WIB

Diminta Bawaslu, Situs www.jurdil2019.org Sudah Diblokir
Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar.

BAGIKAN


BACA JUGA

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Karena dianggap menyalahi aturan yang ada, akreditasi sebagai pemantau pemilu oleh PT Prawedanet Aliansi Teknologi atau www.jurdil2019.org dicabut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Selain mencabut akreditasi yang sebelumnya sudah dikeluarkan, Bawaslu meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk melakukan pemblokiran terhadap situs itu.

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar menjelaskan, pencabutan itu dilakukan karena Prawedanet Aliansi Teknologi bukan hanya melakukan pengawasan pemilu, melainkan juga melakukan quick count. Padahal sebagaimana diatur dalam peraturan Bawaslu, tugas dari pemantau pemilu bukanlah melakukan perhitungan, melainkan hanya mengawasi.

’’Pada faktanya PT Prawedanet aliansi teknologi telah melakukan quick count dan mempublikasikan hasil quick count tersebut melalui bravos radio dan situs www.jurdil2019.org,’’ katanya, dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

’’Sedangkan melakukan dan mempublikasikan hasil quick count merupakan kegiatan survei yang hanya boleh dilakukan oleh lembaga survei yang telah terdaftar di KPU,’’ lanjutnya.

Bukan hanya itu, menurut dia, PT Prawedanet Aliansi Teknologi juga menyalahgunakan akreditasi yang diberikan oleh Bawaslu. Sebab pada kenyataannya, dalam video tutorial aplikasi Jurdil 2019, ada gambar atau simbol pendukung relawan serta tagar yang terafiliasi dengan salah satu pasangan calon.

Padahal sebagai pemantau pemilu, kata Fritz, PT Prawedanet Aliansi Teknologi mestinya berlaku netral dengan tidak berpihak ke kubu manapun. Semua dugaan pelanggaran itu diatur dalam peraturan Bawaslu (Perbawaslu).





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook