UNBK SMP SEDERAJAT DIMULAI

Wako Akui Sarana Kurang

Pekanbaru | Selasa, 23 April 2019 - 12:25 WIB

Wako Akui Sarana Kurang
UNBK: Pelajar SMPN 4 Pekanbaru sedang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMAN 9 Pekanbaru, Senin (22/4/2019).

KOTA (RIAUPOS.CO) -- UJIAN Nasional (UN) tingkat SMP sederajat dimulai, Senin (22/4). Di Kota Pekanbaru,  sebanyak 39 SMP negeri melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sisanya, tiga SMP negeri lainnya masih melaksanakan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). 

Untuk UNBK di SMP negeri, baru tiga sekolah yang bisa menggelar UNBK mandiri. Selainnya masih harus menumpang ke sekolah tingkat SMA dan SMK terdekat.
Terkait kondisi SMP yang harus menumpang untuk pelaksanaan UNBK, Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus MT mengakui kota yang dipimpinnya masih kekurangan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan UNBK. Yang utama adalah perangkat komputer. 

Dalam pelaksanaan UNBK hari pertama kemarin, Wako melakukan monitoring dengan meninjau tiga sekolah. Yakni di SMPN 1, SMPN 10, dan SMP Madani. Wako didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Kabag Humas Mas Irba H Sulaiman dan beberapa pejabat lainnya.

Di SMPN 1, pelajar yang  UNBK berjumlah 291 orang. SMPN 10 berjumlah 235 orang, dan SMP Madani 39 orang. Usai monitoring, Wako menyebut persiapan UNBK tingkat SMP/MTs sederajat berjalan baik. ‘’Saya yakin UNBK hari ini (kemarin, red) berjalan aman dan lancar,” kata dia. 

Meski begitu, diakui pula kekurangan dalam pelaksanaan masih ada, yakni sarana dan prasarana komputer. ‘’Ada kekurangan sedikit sarana dan prasarana. Seperti komputer yang saat ini sebagian masih ada pinjaman. Kami akan usahakan untuk melengkapi kekurangan. Akan tetapi bertahap ke depan,’’ imbuhnya. 

Terpisah, Sekretaris Disdik Kota Pekanbaru Muzailis mengatakan belum mengetahui total pelajar yang absen di hari pertama pelaksanaan UNBK dan UNKP. Sebab, data absensi belum terkumpul semuanya. 
“Secara umum pelaksanaan ujian nasional di hari pertama (kemarin, red) lancar. Belum terkumpul datanya (data absen kehadiran peserta ujian, red),” ungkap Muzailis.

Secara keseluruhan sekolah yang menggelar UNBK 2019 mencapai 127 sekolah. Ada 39 SMP negeri, 58 SMP swasta, 3 MTs negeri dan 27 MTs swasta. Sementara, sekolah yang menggelar Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) sebanyak 35 sekolah, yakni 32 SMP swasta dan tiga SMP negeri. 

Untuk UNBK sekolah negeri, di Pekanbaru hanya tiga yang memiliki alat sendiri yakni SMPN 1, SMPN 10, dan SMPN 11. Bagi sekolah yang tidak memiliki peralatan untuk UNBK, menumpang ke SMA dan SMK terdekat.

Dalam pada itu, komputer bukan lagi barang asing di kalangan pelajar saat ini. Tak heran jika ujian nasional berbasis komputer (UNBK) terasa lebih menyenangkan bagi pelajar dibandingkan dengan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP).

Sistem UNBK dianggap lebih asyik karena pelajar lebih mudah mengisi jawaban soal ujian. Hanya tinggal klik. Berbeda dengan UNKP. Peserta harus perlu waktu lebih untuk menghitamkan pilihan pada lembar jawaban.

Fitri, pelajar SMPN 8 Pekanbaru termasuk yang senang bisa ikut UNBK. Tapi ia dan teman-temannya harus menumpang di labor komputer SMAN 4 Pekanbaru karena sarana dan prasarana komputer di sekolahnya belum memadai.

“Soal UNBK, ya ada yang susah dan mudah. Tapi lebih asyik aja karena tinggal mengeklik jawaban. Gak perlu repot repot menghitami (LJK),” ungkap Fitri kepada Riau Pos, kemarin usai mengikuti UNBK.

Di hari pertama, materi pelajaran yang diujikan yaitu bahasa Indonesia. Para peserta mengaku hampir semua jawaban pilihan benar dan ia harus memilih yang paling benar.

“Jawabannya hampir semua benar. Jadi pilih saja yang paling benar. Makanya perlu belajar dan teliti membaca soalnya,” tutur Oni, pelajar SMPN 8 lainnya.

Selain lebih mudah, UNBK juga dirasakan lebih nyaman oleh peserta ujian. Karena peserta berada di ruangan yang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Tidak di ruang kelas seperti mengerjakan ujian dengan sistem UNKP. 

Kepala SMPN 8 Pekanbaru, Yusra mengatakan, di hari pertama pelaksanaan UNBK berjalan lancar. Semua siswa tidak ada yang absen. “Semua peserta hadir dan pelaksanaan UNBK aman dan lancar,” terang Yusra. 

Pelaksanaan UNBK dibagi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 7.30-09.30 WIB dan sesi kedua pukul 10.00-12.00 WIB.

SMP Setia Dharma juga melaksanakan UNBK. Ada sekitar 32 pelajar sekolah ini yang mengikuti UNBK di sekolah tersebut.

“Ini tahun kedua kami melaksanakan UNBK. Allhamdulillah ikut semua siswanya, tidak terkecuali,” ungkap Kepala SMP Setia Dharma Rusiyanti SPd, kemarin.

Disebutkannya, dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melalui Syafri Depi bagian helpdesk UNBK SMP Pekanbaru telah melakukan monitoring terkait penyelenggaraan ujian di sekolahnya. Setidaknya, ada dua pengawas yang dikirim dari berbagai sekolah di Pekanbaru. 

“Untuk bisa ikut UNBK, kami lapor dulu ke dinas. Bagaimana kesiapan sekolah yang sesuai dengan syarat yang ditentukan dan tahun ini masih bisa melaksanakan lagi,” jelasnya.(ali/ilo/*3/yls)

(Laporan TIM RIAU POS, Kota)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook