Demokrasi Riau Membaik

Pekanbaru | Selasa, 23 April 2019 - 10:20 WIB

Demokrasi Riau Membaik
BUKA FGD: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom didampingi Ketua Komisi A DPRD Riau, Azmi Setiadi membuka fokus grup diskusi (FGD) tentang indeks demokrasi Indonesia (IDI), di salah satu hotel di Pekanbaru, Senin (22/4/2019).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Iklim demokrasi di Riau dinilai membaik dari tahun sebelumnya. Setidaknya, itulah indikasi yang ditunjukkan indeks demokrasi Indonesia (IDI) Riau 2017 Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan BPS, IDI Riau 2017 menunjukkan angka 73,41. Angka ini naik dibanding tahun 2016 sebesar 71,89. Sayangnya, pesta demokrasi 2019 belum akan terlihat indeks demokrasinya dalam waktu dekat.

‘’Sekarang kita baru mengumpulkan data untuk indeks demokrasi 2018,” ujar Kepala BPS Riau Aden Gultom saat pembukaan Fokus Grup Diskusi (FGD) IDI Riau, Senin (22/4). FGD diikuti banyak pemangku kepentingan yang berkaitan dengan demokrasi dan hak sipil. Di antaranya unsur pemerintahan, DPRD, parpol, ormas, mahasiswa, pers, dan lainnya.

Kegiatan yang ditaja BPS Riau bersama unsur Bappenas, Kemendagri, dan Kemenpolhukkam ini sudah dilaksanakan sejak 2009. IDI Riau sendiri fluktuatif setiap tahun. Tahun 2017, Riau naik dari tahun sebelumnya dan mendapatkan indeks kategori sedang. Secara nasional, Riau berada di peringkat ke-18.

Perubahan IDI Riau 2017 dibanding tahun 2016 dipengaruhi tiga aspek demokrasi. Ketiganya adalah kebebasan sipil yang naik 10,25 poin (dari 71,78 menjadi 82,03). Selanjutnya indikator hak-hak politik turun 11,41 poin (dari 77,98 menjadi 66,57) dan lembaga-lembaga demokrasi yang naik (dari 62,34 menjadi 73,41). Terdapat 11 variabel dan 28 indikator yang diformulasikan tim untuk menyusun IDI secara nasional, termasuk di Riau.

 ”Nah, lewat FGD ini kami berharap banyak masukan berarti bagi indeks demokrasi khususnya di Riau,” ujar Aden.(muh)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU