UNBK SMP Sederajat Dua Sesi

Riau | Senin, 22 April 2019 - 10:30 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP serentak dilaksanakan mulai hari ini, Senin (22/4). Ujian dengan sistem UNBK dilakukan dengan dua sesi. 

Sesi pertama pukul 07.30 WIB-09.30 WIB, dan sesi kedua mulai pukul 10.00 WIB-12.00 WIB. Peserta harus sudah datang 30 menit sebelum masuk ruangan atau labor komputer di SMA atau SMK.

Sebagian besar SMP masih numpang di SMA dan SMK. Karena SMP tidak memiliki fasilitas komputer yang memadai untuk menyelenggarakan UNBK mandiri.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala SMPN 4 Pekanbaru Ridwan, kemarin. Dia menyebut anak didiknya menumpang di SMA. Jadi pagi-pagi sekali peserta ujian sudah tiba di sekolah itu. ‘’Anak kita menumpang di SMAN 9 Pekanbaru,’’ ujar Ridwan. Tahun ini hanya tiga SMP yang melaksanakan UNBK secara mandiri tanpa harus numpang di sekolah lain yakni SMPN 1, SMP 10 dan SMP 11.

Di samping itu, masih ada SMP di Pekanbaru yang hingga sekarang dengan sistem ujian nasional kertas pensil (UNKP). Sistem ujiannya masih seperti dulu. Pelajar harus mempersiapkan papan alas kertas jawaban dan pensil khusus 2B.

SMPN yang masih menggunakan sistem UNKP tersebut di antaranya SMPN 24, SMPN 28 dan SMPN 39. Meski demikian pelajar yang masih UNKP juga telah mempersiapkan diri dengan baik. Karena ingin mendapatkan hasil ujian yang membanggakan. ‘’Persiapan ujian sudah sejak sekitar tiga bulan lalu. Ya dengan tambahan belajar di sekolah. Melakukan try out dan ikut les khusus di luar sekolah,’’ ungkap Randi, salah satu peserta UNKP.

Secara umum persiapan pelaksanaan UNBK dan UNKP tidak ada kendala. Sementara untuk soal UNKP yang sudah tiba di Disdik bakal didistribusikan oleh petugas ke SMP pelaksana UNKP tersebut. ‘’Persiapan UN sudah tidak ada kendala lagi. Tinggal pelaksanaan saja,’’ ujar Sekretaris Disdik Pekanbaru yang juga panitia ujian nasional, Muzailis kepada Riau Pos kemarin. 

Sedangkan untuk pengawasan pelaksanaan ujian nasional sepenuhnya dipantau oleh petugas pemantau yang berasal dari guru. Pihak kepolisian sudah sejak beberapa tahun silam sudah tidak lagi dilibatkan untuk ikut mengawasi pelaksanaan ujian.

Sedangkan sebelumnya Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal, memastikan telah berkoordinasi dengan pihak PLN. Hal itu untuk memastikan saat pelaksanaan UNBK tidak terjadi pemadaman. Abdul Jamal mengatakan sekolah yang memiliki genset sangat terbatas.(rnl)
(Laporan Joko Susilo, PEKANBARU)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook