PEMILU 2019

Semua Jenis Surat Suara di Pekanbaru Terpantau Kurang

Politik | Jumat, 19 April 2019 - 10:37 WIB

Semua Jenis Surat Suara di Pekanbaru Terpantau Kurang
M Noer

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kekurang surat suara jadi masalah paling banyak ditemukan dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 di Kota Pekanbaru. Dari pendataan yang dilakukan, semua jenis surat suara kurang. Pemilihan suara lanjutan kini jadi opsi yang dibahas.

Laporan tentang kurangnya surat suara ini dibahas antara Desk Pemilu Kota Pekanbaru dan KPU Kota Pekanbaru dalam video conference (vicon) bersama Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie, Kamis (18/4). Vicon ini dilakukan untuk membahas situasi sehari usai pencoblosan.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Noer MBS dalam vicon ini menyampaikan, secara umum pelaksanaan pemilu di Kota Pekanbaru terpantau lancar. Meski begitu, tetap ditemui masalah.

‘’Tingkat partisipasi melampaui target 84, 23 persen.  Pilgub kemarin hanya 65 persen. Permasalah yang terjadi di Pekanbaru hampir sama dengan yang lain, kekurangan surat suara. Ini hampir keseluruhan jenis surat suara,’’ kata dia.

Dirincikan M Noer, kekurang surat suara yang terdata meliputi untuk pemilihan presiden dan wakil presiden 785 lembar, DPD RI 168 lembar, DPR RI 201 lembar, DPRD Provinsi Riau 548 lembar, dan DPRD Kota Pekanbaru 256 lembar. Total seluruh kekurang surat suara berada di angka 1.958 lembar.

‘’Para prinsipnya boleh dikatakan tidak ada masalah lain. Hanya pertanyaan masyarakat tentang kurangnya surat suara,’’ ucap dia.

Pada pencoblosan Rabu kemarin, M Noer menjelaskan, diberi kesempatan setelah pukul 13.00 WIB bagi surat suara yang berlebih di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke TPS yang mengalami kekurangan. Di Pekanbaru, sambungnya lagi penghitungan terus berlanjut.

‘’Dari laporan masuk ada 11 kelurahan dari 83 kelurahan yang belum melaporkan karena masih ada TPS yang belum clear. Sampai pukul 11.00 WIB tadi,’’  urai dia.

Sementara itu, Ketua KPU Pekanbaru Anton Merciyanto di tempat yang sama menjelaskan, memang kurangnya surat suara ini ramai menjadi sorotan. Pihaknya kata dia awalnya sebelum pemilu sudah sempat menambah daftar pemilih melalui daftar pemilih khusus namun tidak diakomodir KPU RI. ‘’Potensi ini ditambah lagi oleh penerbitan 35 ribu KTP oleh Pemko Pekanbaru. Ini potensi lebih bagi pemilih yang tidak ada di DPT hadir di TPS,’’ ucapnya.

Masalah kekurangan surat suara kata dia coba diatasi dengan penyaluran surat suara dari TPS yang berlebih pada yang kekurangan. Namun tetap tak teratasi juga. ’’Coba kita salurkan tapi tidak terpenuhi,’’ imbuhnya. (ali)


>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Rindra Yasin

 

 

 




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook