PENCEMARAN NAMA BAIK

Dorong Kasus Fitnah UAS ke Ranah Hukum

Riau | Selasa, 16 April 2019 - 10:42 WIB

Dorong Kasus Fitnah UAS ke Ranah Hukum
Ustaz Abdul Somad.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menyayangkan beredarnya fitnah yang ditujukan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS), melalui akun Twitter Said Didu yang diretas dalam beberapa hari belakangan ini. Untuk itu, LAM Riau mendorong pihak yang dilibatkan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Datuk Seri Al azhar mengatakan, fitnah yang dilakukan kepada UAS itu jelas bertentangan dengan kemanusiaan dengan latar belakang apa pun. Selain itu bertentangan dengan petuah amanah yang baru dikeluarkan LAM Riau beberapa waktu lalu untuk menyambut pemilu 2019.

“Untuk itu, LAM Riau mendorong pihak yang dilibatkan membawa kasus fitnah itu ke ranah hukum. Said Didu misalnya, perlu melaporkan peretasan akun Twitter-nya yang dijadikan sarana memfitnah UAS ke pihak berwajib. Malahan tak tertutup pula kemungkinan UAS mengadukan kasus itu ke kepolisian,” katanya usai  rapat terbatas pimpinan lembaga tersebut, Senin (15/4).

Al azhar juga mengatakan, apapun latar belakangnya, fitnah yang dialamatkan kepada UAS memang amat keji. Untuk itu secara khusus pula, LAM Riau mengeluarkan warkah petuah amanah yang isinya antara lain agar semua pihak menghindari fitnah-memfitnah sehubungan pelaksanaan pemilu 2019. Selain karena petuah itu, lanjut Al azhar, LAM Riau memandang perlu menyatakan sikap karena yang difitnah itu adalah UAS.

“UAS adalah anggota MKA LAM Riau dan menyandang gelar adat tertinggi Melayu Riau Datuk Seri Ulama Setia Negara. Selain itu UAS adalah warga Riau,” sebutnya.

Angkat Bicara soal Fitnah UAS
Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain melalui akun instagram resminya buka suara terkait cuitan itu merupakan fitnah keji dan ambisi syaitan, Senin (15/4). Melalui cuitannya, Tengku Zulkarnain menganggap sosok UAS merupakan adik angkatnya.(sol/*1)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos


Editor: Eko Faizin


loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook