Cegah Kanker Demi Masa Depan

Ladies | Senin, 15 April 2019 - 12:53 WIB

Cegah Kanker Demi Masa Depan
FOTO KOLEKSI PRIBADI.

RIAUPOS.CO -- Mendengar penyakit kanker, apa yang terbesit dalam pikiran Ladies? Penyakit mematikan atau penyakit yang sangat ditakuti? Pemikiran seperti itu memang awam. Mengingat penyakit kanker memang masih menjadi penyakit paling mematikan di dunia.

Sayangnya rasa takut tersebut, masih belum diiringi dengan kesadaran masyarakat kita dalam menjaga kesehatan ya Ladies. Buktinya, pemicu dari kanker, masih dekat dengan kita. Bahkan mungkin kita lakukan sehari-hari Ladies. Padahal, upaya menjaga kesehatan merupakan bagian dari pencegahan kanker demi masa depan.

Ini diakui oleh salah satu dokter di Pekanbaru, dr Marlina Tasril SpPD KHOM. Ia mengatakan, kanker dapat dipicu dari kebiasaan hidup yang buruk dan kurangnya kesadaran memeriksakan diri sejak dini.

‘’Kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan tidak normal dan tidak terkendali dari sel-sel jaringan tubuh. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker sering disebut sebagai penyakit yang menyebabkan kematian. Memang benar, sampai saat ini, salah satu penyebab kematian utama di dunia adalah penyakit kanker . Hal ini sebetulnya berkaitan dengan seringnya penyakit kanker datang berobat setelah stadium lanjut," ujarnya.

Ia melanjutkan, kanker juga sering diidentikkan dengan tumor. Padahal, tidak semua tumor adalah kanker lho Ladies. Tumor sendiri adalah benjolan abnormal di tubuh, yang dibagi dalam dua golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor ganas inilah yang disebut kanker. Namun, ada jenis kanker lain yang tidak ada benjolannya, yaitu kanker darah. Salah satu yang terkenal adalah leukemia.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis kanker yang cukup sering ditemukan. Di antaranya ialah kanker paru, kanker payudara, kanker servix, kanker usus dan kanker kelenjar getah bening. Di antaranya ialah kanker payudara dan kanker rahim. Keduanya menjadi momok. Khususnya bagi kamu Ladies nih. Minimnya upaya pencegahan ditambah lagi kurangnya kepedulian untuk memeriksakan diri ke dokter sering kali mengakibatkan nyawa melayang akibat penyakit satu ini.

‘’Untuk kanker payudara sendiri awal diketahui  mungkin hanya berupa benjolan kecil saja. Tidak ada rasa nyeri atau sakit. Sehingga, sering dianggap hal yang biasa dan tidak perlu diperiksakan ke rumah sakit. Ada juga kasus di mana pasien tidak mau ke rumah sakit karena takut dioperasi dan memilih berobat dengan jalur alternatif,’’ sambungnya.

Hal tersebut sangat disayangkan. Mengingat zaman kini semua sudah serba mudah. Informasi dan akses juga serba cepat. Begitu pula layanan kesehatan. Namun, masih saja banyak dari masyarakat yang tidak peduli akan hal tersebut dan membiarkan kanker terus berkembang di dalam tubuh.

Di sisi lain, ini bisa terjadi karena seseorang tersebut memiliki pola hidup yang tidak sehat. Terkesan klasik memang. Namun, hal yang bisa dan mungkin kita lakukan untuk selamat dari penyakit ini ialah dengan menjaga pola hidup.

Karena, kebiasaan buruk seperti merokok, obesitas, seks yang tidak sehat, minum-minuman beralkohol, makan makanan sembarangan dan kurangnya olahraga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ini.

"Fast food, kurang bergerak, kebiasaan main gadget mampu memicu penimbunan lemak yang mengarah pada risiko obesitas. Kegemukan inilah yang sebetulnya merupakan faktor risiko terjadinya kanker. Pencegahan terbaik ialah dengan menerapkan pola hidup sehat. Konsumsi makanan-makanan yang sehat, aktif berolahraga, minum dan istirahat yang cukup dan hindari faktor risikonya," terangnya.

Di sisi lain, kita juga bisa melakukan upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan rutin ke rumah sakit ataupun puskesmas. Sebagai upaya untuk mendeteksi secara dini bagaimana kondisi tubuh. Sehingga, penyakit kanker bisa diketahui sejak dini. Bukan justru diketahui saat sudah stadium lanjut seperti kasus yang sering terjadi saat ini.


Penulis: Siti Azura
Editor: Eko Faizin


loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook