BUNTUT AKSI DEMO DRIVER

Go-Jek Terpaksa Tutup Kantor Operasional di Yogyakarta

Ekonomi-Bisnis | Sabtu, 13 April 2019 - 00:37 WIB

Go-Jek Terpaksa Tutup Kantor Operasional di Yogyakarta
Ilustrasi.

JOGJAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perusahaan aplikasi jasa transportasi online Go-Jek mengambil kebijakan menutup sementara operasional kantonya di Yogyakarta. Penutupan sebagai dampak dari aksi pengemudi taksi online yang diklaim tak berizin di halaman kantor Go-Jek Yogyakarta.

Pentupan dilakukan mulai Jumat (12/4/2019) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Menurut VP Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Michael Say, pihaknya meminta maaf kepada ribuan mitranya yang tidak mengikuti aksi ini dan memilih untuk terus mencari nafkah bagi ia serta keluarganya.

’’Hal ini penting untuk dilakukan agar kami dapat menjaga suasana tetap kondusif jelang pemilu mendatang, utamanya di Yogyakarta,’’ katanya dalam keterangan tertulisnya Jumat (12/4/2019).
 
Ia juga menegaskan pihaknya selalu membuka ruang diskusi 2 arah. Baik antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar Mitra Go-Jek, dimana mitra bebas menyampaikan aspirasi dan masukan.

’’Dalam aksi yang terjadi dalam beberapa hari ini pun, kami telah memberikan kesempatan bagi driver taksi online tersebut untuk berdiskusi dengan manajemen Go-Jek. Baik itu dari Jawa Tengah dan kantor pusat, namun ditolak sehingga tidak pernah mendapatkan titik temu,’’ katanya.

Pihaknya juga siap untuk berdiskusi kepada seluruh mitra yang menyampaikan aksi. Tanpa aksi itupun, lanjutnya, seluruh aspirasi mitra selalu ditampung.

 ’’Semangat kami dari pertama kali beroperasi di Yogyakarta sampai dengan sekarang masih tetap sama. Yakni agar melalui teknologi yang kami kembangkan seluruh mitra dapat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan,’’ ucap Michael.

Mulai Selasa (9/4/2019) driver taksi online yang tergabung dalam Front Independen Driver Online Indonesia (FI) melakukan aksi tuntutan di depan kantor Perwakilan PT Karya Anak Bangsa DIJ, Giwangan, Kota Jogjakarta. Mereka memprotes kebijakan penyedia jasa Go-jek yang dianggap memberatkan.




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook