KONFLIK EKOLOGI

BKSDA Pastikan Buaya di Areal PT PAL Sengaja Dibunuh

Riau | Rabu, 10 April 2019 - 01:55 WIB

BKSDA Pastikan Buaya di Areal PT PAL Sengaja Dibunuh

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Indragiri Hulu (Inhu) memastikan buaya di areal PT Panca Agro Lestari (PAL) di Kecamatan Batang Gansal, sengaja dibunuh. Hanya saja, pihak BKSDA masih kesulitan untuk melakukan  penyidikan terhadap pelaku pembunuh buaya tersebut.

Bahkan, ketika dilakukan tinjau lapangan pada Senin (8/4) sore, pihak BKSDA menjumpai buaya tersebut sudah dikubur.

"Kami menemukan buaya yang bunuh itu sudah dikubur didalam gambut," ujar Humas BKSDA Kabupaten Inhu Permohonan Lubis, Selasa (9/4/2019).

Pihak BKSDA juga memastikan di anak sungai dalam areal PT PAL banyak terdapat buaya. Hal itu juga diakui sejumlah karyawan dodos PT PAL kepada pihak BKSDA. Buaya yang ada didaerah itu sering dijumpai karyawan PT PAL berjemur jelang siang.

Jika menjumpai buaya lebih dari tiga ekor berjemur, biasanya karyawan dodos PT PAL mengurungkan niat untuk bekerja. Mereka memilih lebih baik menghindari daripada menjadi mangsa hewan buas itu.

"Pengakuan karyawan PT PAL, buaya didaerah itu cukup banyak dan sudah berkembang-biak," ungkapnya.

Untuk upaya pengungkapan pelaku pembunuh buaya tersebut, sambung Permohonan Lubis, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Batang Gansal. Hanya saja upaya untuk melacak melalui postingan di media sosial memerlukan waktu panjang.

Selain itu, postingan di media sosial tersebut sudah cukup panjang dan sulit untuk memintai keterangan para warga yang berkokentar. "Tentunya setiap ada postingan dimedia sosial yang menampilkan buaya tersebut, perlu dimintai keterangannya," sebutnya.

Namun demikian, pihaknya telah mengimbau pihak perusahaan agar memasang tanda peringatan ada buaya di sekitar daerah itu. Kemudian kepada warga dilarang melakukan aktivitas meracun atau setrum ikan.

"Meracun atau menggunakan setrum ikan, akan mengganggu habitat buaya dan buaya yang ada bisa melakukan penyerangan terhadap manusia," terang Peemohonan Lubis.

Reporter: Raja Kasmedi (Inhu)
Editor: Hary B Koriun



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook