MILIKI GAMBUT LUAS, KEPALA BRG RUTIN KE SIAK

Sapi, Sumur Bor, Sekat Kanal hingga Bibit Nenas Dibantu

Riau | Selasa, 09 April 2019 - 15:05 WIB

Sapi, Sumur Bor, Sekat Kanal hingga Bibit Nenas Dibantu
TINJAU PROGRAM: Kepala BRG Nazir Foead didampingi Bupati Siak H Alfedri meninjau program bantuan sapi dari BRG di Kecamatan Dayun, Ahad (7/4/2019).

SIAK (RIAUPOS.CO) -- Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazir Foead MSc didampingi Bupati Siak H Alfedri MSi mengunjungi Kampung Dayun, Ahad pagi (7/8). Kunjugan kerja tersebut untuk meninjau kondisi eksisting lahan gambut, sekaligus menyaksikan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama Swakelola oleh kelompok masyarakat di sana. 

Kunker BRG yang langsung dipimpin Nazir memang bukan sekali ini saja sepanjang 2019 ke Siak. Sekitar tiga hingga empat kali BRG terus intens ke kabupaten yang dinilai salah satunya yang memiliki gambut luas tersebut.

Memang Badan Restorasi Gambut beberapa tahun belakangan mengusung beberapa program pelestarian lahan gambut di Kabupaten Siak. Di antaranya upaya pengembangan ekonomi masyarakat tempatan melalui bantuan kepada petani maupun peternak. 

Untuk itu, rombongan BRG dan Pemkab Siak ingin melihat kemajuan dan perkembangan bantuan yang telah diberikan pada 2017 lalu berupa 10 ekor sapi, berikut bantuan mesin pencacah makanan.

 Nazir Foead dalam kunjungannya mengaku gembira dengan kemajuan ternak hasil program bantuan BRG RI tersebut,  di mana jumlah ternak sapi saat ini telah berkembang menjadi 18 ekor.

“Salah satu program BRG adalah membantu pengembangan ekonomi telah berjalan satu setengah tahun di tempat ini, untuk itu kami ingin melihat langsung bagaimana hasil yang dicapainya,” kata Nazir Foead.

Nazir juga menjelaskan, beberapa bentuk bantuan lain seperti sumur bor di lahan gambut, sekat kanal tanaman holtikultura, bibit nanas serta berbagai bantuan bidang peternakan yang sebelumnya pernah diusulkan dari Bupati H Syamsuar beberapa tahun yang lalu, saat ini telah disalurkan kepada masyarakat.

Di tempat yang sama Bupati Siak H Alfedri mengapresiasi BRG yang telah membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi melalui berbagai program. Pemimpin Negeri Istana itu berharap masyarakat tempatan yang tinggal di lahan gambut dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik, sehingga nantinya dapat beransur beralih dari sumber pendapatan yang tidak ramah bagi ekosistem gambut. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada BRG. Tahun ini untuk lahan TORA di Kabupaten Siak seluas 4.000 hektare juga dibantu BRG untuk kajian hidrologi. Untuk komoditi yang akan ditanam, In sya Allah pada hari Rabu akan dipersentasikan, berikut pembahasan revitalisasi pengembangan lahan gambut,” terang Alfedri.

Pemerintah Kabupaten Siak kata dia, sangat mendukung program kerja BRG, karena berkaitan langsung dengan program Siak Kabupaten Hijau yang memiliki tujuan yang sama, yaitu dalam rangka penyelamatan dan pelestarian lahan gambut.

“Banyak program dalam rangka pengembangan komoditi dari BRG, termasuk peningkatan ekonomi dilahan gambut yang ramah lingkungan,” kata Alfedri.

Tiga kelompok tani kecamatan dayun yang menandatangani surat perjanjian kerjasama kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat tahun 2019. Berikut meninjau sapi ternak milik kelompok tani maju jaya yang merupakan bantuan dari BRG.

Bantuan sapi adalah salah satu program BRG yaitu program pengembangan lahan pertanian di lahan gambut. Di mana Kabupaten Siak adalah salah satu kabupaten prioritas yang harus dibantu mengingat memiliki lahan gambut yang begitu luas. Untuk itu bagaimana ke depan pengelolaan di lahan gambut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan bisa membantu perekonomian masyarakat. 

Ada beberapa bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat seperti pada 2017 sebanyak 10 ekor sapi dan kini sudah berkembang menjadi 18 ekor sapi,dan bantuan berupa alat mesin pengolah makanan sapi yang praktis dan higienis, serta bantuan sumur bor setiap kanal yang ada di lahan gambut,sehingga bisa mengurangi kebakaran di lahan gambut.

Revitalisasi di lahan gambut merupakan sejalan dengan program Kabupaten Siak yakni menjadi kabupaten hijau. Karenanya Pemkab sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan oleh BRG bersama tim. Di mana BRG telah melakukan pengkajian di lahan gambut supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti menanam nenas, kopi dan lain-lain. Hal ini tentu diharapkan berikut memberikan peningkatan ekonomi masyarakat.(egp)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU