UJIAN MASUK PTN

Ketahuan Curang, Peserta Didiskualifikasi

Nasional | Senin, 08 April 2019 - 09:55 WIB

Ketahuan Curang, Peserta Didiskualifikasi
Wakil Ketua 1 LTMPT, Joni Hermana.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Pekan depan pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) dimulai. Sesi perdana digelar 13 April mendatang. 

Berdasarkan data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), total jumlah pendaftar mencapai 1.295.604 peserta. Rinciannya, 678.936 orang merupakan kelompok ujian saintek. Sedangkan, untuk kelompok sosial humaniora (soshum) ada 616.668 orang.

Dari jumlah tersebut, peserta yang mengajukan beasiswa bidikmisi berjumlah 459.506 orang. Wakil Ketua 1 LTMPT Joni Hermana mengimbau agar para peserta datang lebih awal dari jadwal ujian. Khususnya bagi yang memilih sesi ujian awal. Pelaksanaan UTBK terbagi dalam dua sesi yang berlangsung selama 10 hari. Sesi pagi akan berlangsung mulai pukul 07.30 sampai 11.45. Sementara, sesi siang dimulai pukul 12.30 hingga 16.45.

”Jangan terlambat. Bila terlambat akan ditolak masuk (ruang ujian, red),” ujar Joni saat dihubungi Jawa Pos (JPG), kemarin. Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu menyampaikan agar peserta mengerjakan seluruh soal ujian.

”Karena tidak ada nilai minus untuk jawaban yang salah,” imbuhnya.

Materi yang diujikan yakni tes potensi skolastik. Tes tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif. Seperti, penalaran dan pengetahuan umum. Selain itu, ada tes potensi akademik untuk mengukur kemampuan akademik sesuai kelompok jurusan. Materi soal seperti pelajaran sekolah, namun seluruhnya bertipe high order thinking skills (HOTS). Mendorong untuk berpikir kritis dan analitis ketika menjawab soal. Tidak hanya sekadar menghafal.(han/wan/jpg)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com