Keterbatasan Tidak Menyurutkan Semangat

Pekanbaru | Jumat, 05 April 2019 - 14:00 WIB

Keterbatasan Tidak Menyurutkan Semangat
JUALAN: Novriyanti bersama anaknya saat menjajakan makanan di area car free day (CFD) di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Ahad (31/3/2019) lalu.

KOTA (RIAUPOS.CO) -- Berbagai macam keripik tertata rapi di keranjang jualannya yang berwarna merah. Ada keripik tempe, ubi, serta pisang dan opak. Harganya bervariasi tergantung ukuran. Mulai dari Rp2 ribu hingga Rp12 ribu. Keripik-keripik tersebut hasil buatannya sendiri ada pula titipan orang.

Ia berjualan setiap hari ditemani anak semata wayangnya. Di hari Senin sampai Sabtu berjualan setelah waktu Ashar sampai pukul 18.00 WIB di sepanjang Jalan Durian sampai Jalan Ahmad Dahlan. Bahkan sesekali sampai Jalan Ronggo Warsito. Jika di hari Ahad, berjualan ke car free day (CFD). Hasil jualan per harinya bisa mendapat Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Sementara setiap titipan orang yang terjual dihargai Rp2 ribu.

Novriyanti, namanya. Ibu 33 tahun dari anak bernama Alif yang tinggal di jalan Durian. Dulunya berjualan di kantin sekolah, namun, sejak sakit gula dan kaki bagian kanannya diamputasi pada 2017 lalu, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap bekerja keras. Ia berjualan menggunakan kursi roda, anaknya membantunya mendorong.

Ia menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. Dimulai saat membersihkan kamar mandi yang tanpa sengaja bagian tubuhnya terkena keramik, menyebabkan keluar darah dan tak berhenti. Diperiksalah ke RSUD Arifin Achmad. “Gratis, karena pakai BPJS,” ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, lama-lama malah makin menyebar, membuat jari di bagian kaki kanannya membusuk. Sampai akhirnya diagnosa dokter bagian tulangnya pun digerogoti sehingga harus diamputasi. “Jangan disesali apalagi sampai putus asa. Tetap berjuang dan berusaha serta semangat menjalani hidup. Kalau disesali dan putus asa, tidak akan pernah maju dalam hidup ini,” ujarnya.(*3)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook