Dinas PU Diminta Tak Salahkan Warga

Pekanbaru | Jumat, 05 April 2019 - 11:10 WIB

Dinas PU Diminta Tak Salahkan Warga
MELINTAS: Warga melintas di Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah pekan ini. Keamanan trotoar jembatan ini menjadi perhatian banyak pihak.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- BEBERAPA  partisi Jembatan Siak IV seperti pagar besi sudah banyak hilang. Dinas PUPR selaku penanggung jawab merasa hal tersebut bukan salah mereka. Karena, kehilangan tersebut diduga dicuri oknum masyarakat. Menanggapi hal itu Anggota Komisi IV DPRD Riau Abdul Wahid meminta agar instansi yang dipimpin Dadang Eko Purwanto itu tidak menyalahkan masyarakat. Sebagai pemerintah, harusnya Dinas PUPR mengumpulkan masyarakat dan menitipkan infrastuktur tersebut agar dijaga. 

“Pertama seharusnya itu di pasang lampu agar aset tidak dicuri. Yang kedua memang harusnya pemerintah menitipkan ke masyarakat setempat untuk menjaganya. Dibawa rapat masyarakat, di edukasi. Dinas PU harus proaktiv. Jangan justru menyalahkan masyarakat,” sebut Abdul Wahid kepada Riau Pos, Kamis (4/4). Hal yang sama juga disampaikan Wahid terkait kritik masyarakat soal adanya dugaan keretakan pada flyover yang berada di depan Mall Ska. Kata Wahid, seharusnya Dinas PUPR membawa tim ahli kesana. Kemudian melakukan audit fisik bangunan secata detail. Kemudian hasil audit fisik tersebut dijelaskan secara gamblang kepada masyarakat. Jika memang ada kelalaian dari pihak kontraktor, maka Dinas PUPR juga berkewajiban untuk meminta tanggung jawab pihak kontraktor. 

“Itu harusnya lakukan audit fisik. Karena kan setelah selesai dibangun dan digunakan ada masa 6 bulan untuk pemeliharaan. Nah itu yang harusnya dilakukan. Menurut saya wajar bila masyarakat khawatir bila melihat ada keretakan. Karena kan bangun flyover itu pakai uang rakyat. Jadi jangan antipati lah dengan kritik. Sampai bilang bukan masalah serius keretakan itu melalui media,” pungkasnya. 

Diakuinya, memang jika keretakan terjadi pada penyambung itu tidak berbahaya. Namun beda halnya jika keretakan terdapat pada bagian yang seharusnya tidak retak. Apalagi model flyover yang dibangun tidak sesuai dengan disain awal. Dirinya juga merasa khawatir mengingat pembangunan flyover berada di tanah gambut.

“Kalau memang itu di penyambungan memang enggak terlalu masalah. Tapi kalau di tempat lain? Dinas PUPR sekali lagi saya minta jelaskan secara detail ke masyarakat. Jawab keresahan masyarakat itu dengan data. Jangan hanya sekedar bantahan di media,” tambahnya. 

Diketahui sebelumnya, masyarakat Kota Pekanbaru belakangan dihebohkan dengan adanya sebuah retakan pada salah satu bagian flyover. Foto retakan tersebut sempat menyebar hingga viral di kalangan masyarakat. Begitu juga dengan kondisi Jembatan Siak IV paska digunakan. Beberapa partisi jembatan khususnya besi pagar banyak yang hilang. Diduga dicuri oknum masyarakat. 

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau Yunnan Haris memberikan mengakui memang ada beberapa partisi jembatan yang berbahan besi hilang. Sehingga menyebabkan kerenggangan di beberapa bagian. 

“Memang betul ada jarak 10 meter kerenggangan. Kemaren sudah bagus kami pasang terus hilang dicuri orang. Memang renggang, kita pasang plat. Kita pasang plat dicuri orang. Bahkan sudah kita las . Dipasang besi plat malah dimaling. Kurangnya kesadaran masyarakat. Kami pun bingung kok malah dicuri,” tuturnya saat dikonfirmasi Riau Pos, baru-baru ini.(izl)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook