KASUS BERITA BOHONG

Minta Maaf, Ratna Cium Tangan Amien Rais

Nasional | Jumat, 05 April 2019 - 09:29 WIB

Minta Maaf, Ratna Cium Tangan Amien Rais
JADI SAKSI: Amien Rais memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Jakarta, Kamis (4/4/2019). SALMAN TOYIBI/JPG

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Sidang lanjutan atau yang kali ketujuh kasus berita bohong Ratna Sarumpaet tampak berbeda, Kamis (4/4). Kali ini, tokoh nasional Amien Rais, dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Saksi lainnya juga diajukan JPU untuk mendukung dakwaan. Misalnya, Andika, Yudi Andrian, dan Eman Suherman yang mengawal unjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya. Dalam kesaksiannya, Amien mengakui bahwa dirinya mengenal Ratna sejak 1998.

’’Ya, saya kenal sudah lama, dia sebagai aktivis,’’ tuturnya.

Mengenai kronologi kebohongan Ratna, Amien menceritakan bahwa pada Selasa pagi (2/10), dirinya melihat di portal berita online mengenai penganiayaan yang dialami Ratna. Dia juga melihat berita di YouTube. Kemudian, Amien memerintahkan asistennya menghubungi Prabowo Subianto untuk menjenguknya. Siangnya, Amien pergi ke Nusantara Polo Club, Bogor, Jawa Barat, untuk bertemu dengan Prabowo dan tim BPN Prabowo-Sandi seperti Nanik S Deyang, Said Iqbal, dan Fadli Zon. Amien tiba di lokasi sekitar pukul 15.00. Ternyata, Ratna tiba lebih dulu.

’’Pas saya datang, langsung dipersilakan masuk karena Ratna sudah datang,’’ katanya.

Dia melihat Ratna dalam keadaan tertekan. Amien melihat wajah Ratna ditutupi kain. Tidak lama, Prabowo datang, lalu menghampiri Ratna dan Amien.

’’Pas Pak Prabowo datang, saya dan beliau mencoba menanyakan kepada Ratna apa yang terjadi pada dirinya,’’ ungkapnya.

Ratna mengaku mengalami penganiayaan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Penganiayaan dilakukan dua laki-laki yang tidak dikenal. Atas pengakuan itu, Amien menjelaskan bahwa tim BPN yang diwakili Prabowo berinisiatif menggelar jumpa pers dan mengangkat kasus itu ke publik. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan proses hukum yang adil dan transparan. Selain itu, Ratna merupakan bagian tim pemenangan Prabowo-Sandi. Mereka ingin memberikan dukungan moral.

’’Sebab, yang bersangkutan kan salah satu tim pemenangan kampanye. Maka, kami memberikan bantuan,’’ lanjutnya.

Pada pukul 20.42 di hari yang sama, Prabowo didampingi Amien dan tim pemenangan mengadakan jumpa pers.

’’Ya, malamnya saya mendampingi Pak Prabowo dan rekan-rekan lainnya mengadakan jumpa pers di Kertanegara, Jakarta Selatan,’’ ungkap Ketua Dewan Kehormatan PAN tersebut.

Esoknya, Rabu (3/10), Amien membaca berita bahwa pihak kepolisian membeberkan kejadian yang menimpa Ratna. Ternyata, Ratna tidak mengalami penganiayaan, tetapi melakukan operasi bedah plastik, sedot lemak di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Mengetahui Ratna berbohong, Amien bertemu dengan Prabowo di Lapangan Polo Nusantara. Sebelum itu, dia meminta rekan-rekannya menjenguk Ratna. Namun, Amien mendapat kabar bahwa Ratna telah meminta maaf karena telah membohongi semuanya.

Ratna melakukan jumpa pers terkait dengan kebohongannya. Masih pada hari yang sama, Prabowo, Amien, serta tim pemenangan juga melakukan jumpa pers.

’’Ya, Pak Prabowo meminta maaf ke publik atas kejadian itu,’’ jelas Amien.

Dia mengaku shock dan kecewa atas perbuatan Ratna. Bukan hanya itu, Amien juga merasa dirugikan karena telah menyampaikan kebohongan Ratna. Karena itu, dia meminta maaf. Amien memiliki teori yang membuat Ratna berbohong. Yakni, seperti ada kekuatan spiritual atau penyebab lain yang membuat Ratna berpikiran tidak logis dan sebagainya.

’’Itu salah satu teori saya terkait kejadian itu,’’ ungkapnya.

Setelah memberikan kesaksian, Amien dihampiri Ratna. Dia mencium tangan Amien dan meminta maaf.

’’Saya minta maaf, Pak Amien. Seperti yang Pak Amien sampaikan, what’s really going on itu masih jadi pertanyaan atas diri saya,’’ kata Ratna sambil menahan air mata.(wib/co1/ind/jpg)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Rindra yasin

 

 

 

 




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook