Sekdakab Hadiri Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Keluarga Berencana

Riau | Selasa, 02 April 2019 - 16:05 WIB

Sekdakab Hadiri Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Keluarga Berencana
FOTO BERSAMA: Sekdakab Rohil Drs Surya Arfan MSi foto bersama Kepala DP2KBP3A Rohil Ir Sri Rahayu bersama sejumlah narasumber dan penyuluh KB usai pembukaan pelatihan pencatatan dan pelaporan Keluarga Berencana (KB) se-Rohil di Bagansiapiapi, Senin (1/4/2019).

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) -- Sekdakab Rokan Hilir (Rohil) Drs Surya Arfan MSi membuka resmi kegiatan pelatihan pencatatan dan pelaporan Keluarga Berencana (KB) se-Rohil yang dipusatkan di Bagansiapiapi, Senin (1/4).

Kegiatan dihadiri narasumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Riau, turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Rohil Ir Sri Rahayu, Kabid Pengendalian Penduduk Ardian SPd, praktisi pendidikan Agus Salim SHI, serta puluhan penyuluh Keluarga Berencana (KB)/Fasilitas Kesehatan (Faskes).

Sekdakab pada sambutannya mengatakan, menyambut baik kegiatan itu, mengingat persoalan terkait kependudukan merupakan hal yang penting pada saat ini.

“Indonesia secara umum mengalami pertumbuhan penduduk terbesar di dunia pada saat ini, maka permasalahan kependudukan kian kompleks dan program yang berkaitan dengan kependudukan harus jadi perhatian bersama,” kata sekdakab.

Menyadari hal itu terangnya, Pemkab Rohil sangat mendukung program KB yang dituangkan dalam visi misi bersama. “Saat ini perkembangan terkait kependudukan semakin baik, di mana di Rohil sudah terbentuk sebanyak 32 kampung KB yang dikembangkan guna meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat terutama di kawasan pinggiran,” katanya.

Ledakan jumlah penduduk terangnya, harus disikapi dengan serius karena berpotensi menimbulkan ancaman pada ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, perekonomian, keamanan dan lain-lain.

Kepala DP2KBP3A Rohil, Ir Sri Rahayu menerangkan, kegiatan itu merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan bagi faskes/penyuluh KB. “Apalagi sekarang berbasiskan online, supaya pencatatan dan pelaporan akurat nantinya disampaikan ke pusat,” kata Sri Rahayu.

Sistem itu perlu dikuasi dengan baik oleh pihak terkait, mereka mendalami pelatihan karena tanpa pelatihan yang cukup dikhawatirkan terjadi kesalahan berupa tidak akuratnya data yang sampai ke pusat.

Disisi lain dapat menjadi kesempatan untuk pertemuan, silaturahmi antara tenaga yang ada dari setiap kecamatan dan saling sharing informasi apa yang perlu diperbaiki ke depan guna peningkatan kinerja yang ada. (adv)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook